Main Menu

PKS: Umat Muslim Harus Galang Bantuan untuk Tragedi Kemanusiaan di Ghouta,

Wem Fernandez
26-02-2018 20:08

Bangunan yang rusak terlihat di kota terpencil Douma, Ghouta Timur, Damaskus (REUTERS/Bassam Khabieh/RT)

Jakarta, Gatra.com - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta, meminta  pemerintah Indonesia mendesak dunia internasional agar segera turun tangan menghentikan pembantaian warga sipil di Ghouta. 

 

Serangan militer Suriah ke Ghouta timur dalam beberapa hari terakhir telah menelan ratusan korban jiwa. Kelompok Oberservatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Kamis (22/2) lalu misalnya,  menyatakan serangan lima hari di Ghouta Timur menyebabkan lebih dari 400 orang tewas mencakup orang dewasa dan anak-anak. 

 

"Situasi Ghouta sungguh sangat memprihatinkan. Tindakan pasukan Rezim Assad ini sungguh gila dan biadab.  Ini semakin menambah kelam daftar tragedi kemanusiaan di Suriah. Dan hal ini dapat membawa Suriah kepada kehancuran total,” beber Sukamta di Jakarta, Senin, (26/2). 

 

Sukamta juga berharap PBB agar segera melakukan langkah nyata mengeluarkan resolusi berlakukan gencatan senjata. Sama seperti kasus Rohingya, umat islam dan juga ormas Islam di Indonesia perlu secara bersama-sama memberikan bantuan untuk kaum muslimin di Suriah dan khususnya di Ghauta.

 

Sekretaris Fraksi PKS DPR RI menyatakan PBB dan juga negara-negara adidaya seharusnya merasa malu atas konflik berkepanjangan di Suriah yang dimulai sejak Maret 2011. Kekuatan dan otoritas yang dimiliki tidak mampu diperankan dengan baik untuk menghentikan konflik atas nama kemanusiaan.

 

"Jika dihitung, sudah 7 tahun tragedi kemanusiaan terjadi di Suriah. PBB semestinya mampu menekan AS dan Rusia untuk membantu mendinginkan suasana. PBB selama ini terkesan tidak berdaya terhadap kedua negara besar ini yang terlihat ikut memperkeruh konflik dengan berada di belakang faksi-faksi yang bertikai," kata Sukamta.

 

Pemerintah Indonesia dapat proaktif membantu menyelesaikan konflik di Suriah dengan ikut melakukan mediasi faksi-faksi yang bertikai. 

 

"Indonesia punya posisi yang dihormati dan didengar di kalangan negara-negara Islam. Posisi ini perlu diperankan untuk mendorong proses perundingan damai antar faksi yang bertikai. Saya kira ini hal yang layak untuk dicoba, siapa tahu lewat Indonesia konflik yang berkepanjangan ini dapat didamaikan," demikian disampaikan Sukamta. 


 

Reporter : Wem Fernandez  

Editor     : Cavin R. Manuputty

Wem Fernandez
26-02-2018 20:08