Main Menu

Selain Berangkatkan Dokter Kepresidenan, Jokowi Pastikan Negara Tanggung Pengobatan Habibie 

Ervan
05-03-2018 13:47

Presiden RI ke-3 B.J. Habibie(Dok. GATRA/re1) 

Jakarta, Gatra.com- Mengetahui kondisi kesehatan Presiden Republik Indonesia ke-3 B.J. Habibie yang tengah menjalani perawatan di Munich, Jerman karena didiagnosis mengalami kebocoran pada klep jantungnya, Presiden Joko Widodo terus memantau perkembangannya.

Jokowi pun secara responsif langsung menghubungi Habibie secara langsung pada Minggu (4/3). Berbincang secara sejenak, Habibie menceritakan kepadanya mengenai kondisinya saat ini.

"Kita semua di Indonesia, seluruh rakyat Indonesia mendoakan Bapak semoga bisa segera sehat kembali, beraktivitas dan kembali ke Indonesia," ungkap Jokowi menyemangati Mantan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi itu.

Dalam percakapan antara keduanya, Jokowi juga menyanggupi permintaan Habibie yang menginginkan adanya tim dokter kepresidenan dan Paspampres untuk hadir di Jerman saat dilakukan tindakan medis.

"Saya sudah berangkatkan (dalam proses) dari Indonesia untuk mendampingi," katanya dalam sambungan telepon tersebut. Adapun tim dokter yang diutusnya adalah spesialis jantung dan pembuluh darah dari tim dokter kepresidenan, Prof. Dr. Lukman Hakim, SpPD-KKV, SpJP, Kger.

Melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Jokowi juga telah menginstruksikan kepada Duta Besar Republik Indonesia di Jerman untuk selalu memantau kondisi terkini dari Habibie dan melaporkan langsung kepadanya.


Kepala Negara juga memerintahkan Menteri Sekretaris Negara untuk memastikan bahwa pemerintah mampu memberikan pelayanan terbaik serta menanggung seluruh biaya perawatan suami dari Hasri Ainun Besari tersebut.

Hal itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

"Presiden telah memerintahkan untuk memantau dan memberikan pelayanan terbaik kepada Habibie," ucap Pratikno kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

 


 

Reporter: Ervan Bayu
Editor : Birny Birdieni

 

Ervan
05-03-2018 13:47