Main Menu

Universitas Pamulang Bersama Yayasan Damandiri Bangun Koperasi untuk Mahasiswa

Gandhi Achmad
06-03-2018 05:47

Grand Launching Pusat Inkubasi Bisnis dan Kewirausahaan (Pinbik)-Unpam  (GATRA/Ardy/yus4)

Tangerang Selatan, Gatra.com - Semangat menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa tercermin dari kerjasama Universitas Pamulang (Unpam) dengan Yayasan Damandiri. Hasilnya, telah terbentuk satu unit usaha koperasi yang akan dikelola oleh mahasiswa Unpam. Grand Launching Pusat Inkubasi Bisnis dan Kewirausahaan (Pinbik)-Unpam pun digelar di Aula Rektorat Unpam, Pamulang, Tangerang Selatan pada Kamis (5/3) pagi.

 

Menurut Rektor Unpam Dayat Hidayat, Pinbik ini nantinya akan menjadi laboratoriumnya fakultas ekonomi. Masuk kurikulum dan bisa langsung praktek. “Betul-betul amanah. Jadi nanti pengalaman bisnis akan dialami. Jatuh bangunnya bisnis dan sebagainya bisa dirasakan di sini,” kata Dayat kepada Gatra.com. 

 

Nantinya, para mahasiswa dalam membuat tugas akhir atau skripsi tidak selalu lagi mendapat bahan cerita-cerita dari perpustakaan dan lain sebagainya. “Tapi langsung dari siklus kehidupan bisnis (koperasi) bisa menjadi laporan tugas akhir, sehingga nanti mahasiswa bisa mengalami langsung,” ucapnya. 

 

Karena itulah, Dayat berharap lulusan dari Unpam nantinya dapat siap berbisnis. “Kita berharap mereka bisa menjadi pebisnis-pebisnis muda, dan mudah-mudahan ini menjadi laboratorium bisnis di universitas yang pertama di Indonesia,” tutur Dayat.

 

Ketua Pembina Yayasan Damandiri Mohamad “Bob” Hasan menuturkan bahwa Pinbik yang sudah dibangun ini bisa membawa dampak yang besar. Nantinya akan menjual kebutuhan masyarakat sehari-hari. 

 

Ia memberikan contoh, bagaimana masyarakat desa Selo, Boyolali yang letaknya di kaki gunung Merapi bisa maju karena adanya koperasi yang dibangun oleh Yayasan Damandiri. “Dahulu penghasilan mereka itu cuma 200 ribu per bulan, sekarang dah maju, dana koperasinya saja (omsetnya) sudah 500 juta,” ungkap Bob penuh semangat.

 

Jadi siapapun bisa berbisnis. Bagi mahasiswa maupun dosen. Menurut Bob, dalam berbisnis ada 1001 macam jalan. Ia memberi contoh, para mahasiswa dan lainya bisa menjual ikan asin, ikan goreng, telor, ayam, sayuran dan lainya. “Karena segala macam di Indonesia ada. Yang beli juga ada,” ucapnya. 

 

Kenapa jual makanan menarik ? Bob, memberi gambaran jika makanan itu dijual ke Jakarta saja pastinya akan untung. “Jika orang makan siang itu habiskan uang 10 ribu. Jakarta penduduknya 14 juta jiwa, kita jual buat 1 juta orang saja. 1 juta kali 10 ribu sudah dapat 10 milyar per sehari. Kalau kali setahun, sudah berapa?” kata Bob. 


 

Editor : Gandhi Achmad

Gandhi Achmad
06-03-2018 05:47