Main Menu

APP Sinar Mas Bantu Pemprov Riau Hadapi Musim Kemarau

Dara Purnama
08-03-2018 18:34

Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata. (Antarasumsel.com/Dolly Rosana/re1)

Riau,Gatra.com-Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan terjadi pada pertengahan tahun 2018. Untuk menghadapi musim kemarau tersebut,  Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas memberikan dukungan kepada pemerintah provinsi (pemprov) Riau.

 

"Kami siap dan mendukung penuh Pemprov Riau dalam menanggulangi dan mencegah bencana kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk bersama-sama mencegah karhutla, dan sejalan dengan komitmen perlindungan hutan kami yang tertuang dalam Forest Conservation Policy (FCP)," ujar Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Suhendra Wiriadinata saat apel siaga di halaman kanto gubernur Riau, Kamis (8/2).

 

Pada apel siaga tersebut, APP Sinar Mas menampilkan regu pemadam kebakaran (RPK), berbagai macam peralatan dan kendaraan pemadam kebakaran, serta sutuation room sebagai pusat distribusi informasi mengenai deteksi hotspot (titik panas) dan fire spot (titik api) secara realtime di seluruh lahan konsesi APP Sinar Mas dan mitra pemasoknya.

 

APP Sinar Mas telah terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di provinsi Riau sebelum status siaga karhutla di Riau ditetapkan pada 19 Februari 2018.

 

Unit forestry APP Sinar Mas, PT Arara Abadi - Sinar Mas Forestry, pada 8 Februari lalu telah menurunkan tim darat dua regu RPK dan tim udara helikopter waterbombing untuk membantu pemerintah daerah Pelalawan dalam menangani kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

 

Selain di Kabupaten Pelalawan, bersama dengan tim gabungan Satgas Karhutla yang terdii dari BPBD, TNI-Polri serta masyarakat setempat, Sinar Mas Forestry Riau dan mitra pemasoknya juga membantu pemadaman karhutla di lima kabupaten/kota lainnya, yakni Kabupaten Meranti, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Dumai.

 

Pemadaman api dilakukan oleh tim darat (RPK) lengkap dengan peralatannya, serta tim udara dengan mengerahkan tiga helikopter, yang terdiri atas dua unit Super Puma dengan kapasitas 5.000 liter air sekali bombing dan satu unit Bell 412 dengan kapasitas 2.000 liter air. Sampai saat ini, tim tersebut telah melakukan 590 kali bombing dengan total air sekitar tiga juta liter.

 

Pelaksana Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengatakan bahwa setiap pelaku usaha di sektor swasta, terutama yang menggunakan lahan untuk perkebunan dan kehutanan, wajib membantu pemerintah daerah pada saat siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Riau.

 

Untuk memantau hotspot dan fire spot, Sinar Mas Forestry juga mengoperasikan 28 unit pesawat nirawak (drone) dan 12 unit CCTV 360-derajat termasuk CCTV inframerah yang bisa mendeteksi fire spot pada malam hari. Perusahaan juga memanfaatkan alat pemantau cuaca yang tersebar di seluruh distrik Sinar Mas Forestry. Seluruh persiapan dan penanganan karhutla APP Sinar Mas terintegrasi dan dikontrol di Situation Room, baik di kantor pusat yang terletak di Jakarta maupun di daerah. (Laporan DPU)

 

Untuk kesiapan pencegahan dan penanganan karhutla 2018 di Riau, selain mengoperasikan tiga heli waterbombing, Sinar Mas Forestry Riau juga menyiapkan:

-900 personil RPK tersertifikasi Manggala Agni

-500 orang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA)

-41 unit menara pemantau api

-30 unit fire truck, 31 unit mobil patroli, 74 unit sepeda motor patroli, 27 unit mobil tangki air

- 5 unit airboat untuk beroperasi di sungai dan rawa

- 614 unit mesin pemadam api


 

Reporter : DPU

Editor  : Birny Birdieni

Dara Purnama
08-03-2018 18:34