Main Menu

AHY: Demokrat Dorong Insentif Fiskal Pelaku Usaha

Andhika Dinata
12-03-2018 07:47

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Dok. Partai Demokrat/re1)

Bogor, Gatra.com- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menutup acara Rapimnas Partai Demokrat 2018 dengan pidato politiknya di Sentul International Convention Centre (SICC) Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3).

 

Dalam orasi kurang lebih selama 40 menit itu, AHY memaparkan beberapa pandangannya selaku Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat sekaligus sebagai figur kuat yang digadang Demokrat sebagai capres atau cawapres pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

 

Di hadapan ribuan kader Partai Demokrat, putera sulung SBY itu mengemukakan lima sasaran besarnya. Yakni penyediaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat. Pengentasan kemiskinan, harmonisasi yang baik antara negara dengan rakyat, serta jaminan atas stabilitas keamanan dan penegakan hukum.

 

Peraih gelar master di Bidang Strategic Studies RSIS, Nanyang Technological University itu juga sempat menyinggung persoalan reformasi di sektor perpajakan atau yang dikenal sebagai tax reforms. Menurut AHY reformasi bidang perpajakan menjadi fokus perjuangan Partai Demokrat.

 

“Dalam keadaan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan sektor riil yang belum sepenuhnya pulih, partai Demokrat berpendapat bahwa diperlukan pelonggaran pajak, bukan sebaliknya penggenjotan pajak,” ucap pria berpangkat terakhir Mayor TNI itu. Menurutnya, Negara perlu memberikan insentif fiskal kepada pebisnis dalam rangka menggenjot iklim usaha dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

 

Selama ini pajak memang dikenal sebagai sumber utama pendapatan negara. Namun menurutnya perlu kebijakan yang pas yang juga memberikan keluwesan kepada pelaku usaha untuk berinvestasi secara baik tanpa dirongrong tarif pajak yang tinggi.

 

“Pemerintah perlu memberikan insentif fiskal atau pengurangan pajak kepada dunia bisnis yang menciptakan lapangan kerja banyak, meningkatkan ekspor signifikan, serta menciptakan investasi besar”.

 

Menurut AHY, kebijakan tax cut bisa menjadi terobosan untuk menggerakkan sektor riil, meningkatkan laju investasi, serta menstimulus volume ekspor dalam negeri. “Ekspor akan makin kompetitif, lapangan pekerjaan tersedia makin banyak, pendapatan dan daya beli masyarakat meningkat, akhirnya ekonomi akan tumbuh lebih tinggi,” ucap alumnus Harvard University itu.



Reporter : Andhika Dinata
Editor : Birny Birdieni

Andhika Dinata
12-03-2018 07:47