Main Menu

Mensos: Meningkat, 224 Bencana Alam Sepanjang Januari-Februari 2018

Anthony Djafar
12-03-2018 17:23

Letusan Gunung Sinabung 19 Februari 2018. (Dok. Humas BNPB/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Sosial Idrus Marham menguraikan bahwa sepanjang Januari dan Februari 2018 telah terjadi sebanyak 224 bencana alam di Indonesia. Jumlah itu meningkat dibanding periode yang sama di tahun 2017 sebanyak 115 bencana alam.


“Kementerian Sosial telah merespon dengan cepat penanganan bencana alam melalui sistem pencegahan, penanggulangan dan penanganan pascabencana. Kami juga secara kontinyu berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, melakukan evaluasi dan monitoring, serta perbaikan terhadap seluruh upaya penanganan bencana,” kata Idrus dalam jumpa pers di kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, Senin (12/3).

Mensos mengatakan sesuai Data Markas Komando Tagana Training Centre Sentul Bogor Jawa Barat, dari total 224 bencana alam di Indonesia pada kurun waktu Januari dan Februari 2018, telah terjadi sebanyak 36 bencana gempa bumi. Kemudian, 59 bencana banjir, 34 bencana tanah longsor, 68 bencana puting beliung, 26 bencana kebakaran, dan satu bencana erupsi Gunung Sinabung.

“Bencana alam merenggut nyawa 29 orang meninggal, 33 orang luka berat, 39 orang luka ringan, 1.829 orang mengungsi. Bencana juga menyebabkan 1.662 unit rumah rusak berat, 3.583 rumah rusak sedang, dan 6.459 rumah rusak ringan, dan korban terdampak sebanyak 146.794 Kepala Keluarga (KK),” katanya.

Adapun terkait bencana alam tersebut, kata Idrus Kemensos telah menyalurkan bantuan sebesar Rp13.834.711.336 di antaranya untuk KLB Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat, Gempa Bumi di Banten. Juga bencana tanah longsor di Bogor, Erupsi Gunung Sinabung, Banjir di Cirebon, Tanah Longsor dan Banjir di Brebes, serta tanah longsor dan banjir di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Idrus mengatakan agar upaya pencegahan dan penanganan bencana berjalan maksimal, maka Kemensos melibatkan masyarakat untuk mitigasi bencana.

“Kami membentuk Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Kampung Siaga Bencana (KSB),” katanya.

Idrus menjelaskan bahwa saat ini jumlah personil TAGANA sebanyak 35.796 orang dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. TAGANA terus berkembang hingga saat ini telah memiliki Sahabat TAGANA sebanyak 63.140 orang.

“Saat ini terdapat 583 KSB di seluruh Indonesia. KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan atau tempat untuk program penanggulangan bencana,” katanya.


Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
12-03-2018 17:23