Main Menu

Berwacana di Media, PPP Nilai KPK dan Menkopolhukam Sama-Sama Sensasional

Wem Fernandez
13-03-2018 17:39

Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy. (Dok. DPP PPP/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rhomamurzy menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, sama-sama sensasional karena melemparkan wacana ke media. 

 

Wiranto mengatakan, KPK sebaiknya menunda proses hukum terhadap para calon kepala daerah agar terhindar dari tuduhan terlibat dalam politik praktis karena jelang momentum Pilkada. Sedangkan KPK, menyebutkan 90% calon kepala daerah bakal jadi tersangka karena diduga terlibat korupsi. 

 

“Ini dilematis ya. Kemarin Pak Ketua KPK sudah menyampaikan hal yang relatif sensasional. Karena sudah mengungkapkan lebih dahulu di tengah pertarungan yang masih berjalan. Kemudian Pak Wiranto, khawatirnya akan menjadikan proses penegakan hukum akan terganggu,” jelas dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, (13/3). 

 

Tidak hanya itu, Romi—sapaan akrab Rhomamurzy—juga mengkhawatirkan jika nanti calon kepala daerah yang terpilih dan ditetapkan sebagai tersangka akan melakukan lobi sehingga status tersangkanya batal. 

 

“Apalagi secara spesifik telah disebutkan 34. Itu kan jumlah yang sangat definitif sekali,” singkat dia. 

 

Dengan masalah ini, Romi meminta kedua institusi untuk duduk bersama melakukan rapat koordinasi serta tidak ‘sibuk’ melemparkan wacana kepada media. 

 

“Bagi PPP, proses penegakkan hukum tidak boleh terganggu oleh apa pun. Tidak boleh tersandera oleh agenda politik mana pun,” ujar Romi.


 

Reporter : Wem Fernandez

Editor : Bernadetta Febriana

 

Wem Fernandez
13-03-2018 17:39