Main Menu

Wiranto Ajak Purna Paskibraka Indonesia Sebarkan Ujaran Kebaikan

Ervan
14-03-2018 06:40

Menko Polhukam Wiranto (Dok. Kemenko Polhukam/yus4)

Jakarta, Gatra.com- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengajak kaum muda dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) untuk menyebarkan ujaran kebaikan dan ujaran kebenaran yang menentramkam. 

"Para pemuda pasti sangat aktif dalam mengikuti perkembangan teknologi, terutama media sosial, apakah instagram, apakah whatsaap, apakah twitter. Mereka sangat aktif. Karena ancaman muncul di sana maka saya mengajak mereka untuk melawan itu," ujar Menko Polhukam Wiranto saat membuka acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi dengan tema 'Peran Pemuda Dalam Literasi Media Sosial Untuk Bela Negara Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa' di Jakarta, Selasa (13/3).

 

Wiranto menjelaskan, jika ada ujaran kebencian yang disebarkan melalui media sosial maka para pemuda melawannya dengan menyebarkan ujaran kebaikan. Selain itu juga beri penjelasan ke masyarakat agar tidak boleh terpengaruh dengan hal-hal jahat dari media yang akan mengganggu dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. 

 

"Maka sekarang ini program mereka kumpul di sini kita sadarkan lagi, mereka punya kewajiban untuk bela negara dan kemudian diadakan pelatihan-pelatihan agar mereka memahami bagaimana ancaman-ancaman, apakah itu ancaman yang muncul dari masalah politik, apakah itu yang muncul karena proxy war dari pihak-pihak lain, kita hadapi semua," kata Wiranto menegaskan. 

 

Dalam kesempatan itu, Wiiranto juga mengingatkan bahwa bela negara tidak hanya dalam wujud militer. Menurutnya, saat ini ancaman militer mahal dan akan dihindari oleh banyak negara, Sebab, selain mahal juga dikutuk oleh komunitas internasional. Sehingga ke depan invasi militer akan punah dan bukan merupakan satu alternatif yang baik bagi satu negara.  

 

Selain itu, lanjut Wiranto, ancaman saat ini sudah berubah. Yakni menjadi lebih murah, tidak ketahuan, tidak kelihatan tapi telak. Misalnya saja aksi radikalisme, terorisme, menyebarkan virus-virus ujaran kebencian sehingga bangsa itu pecah sendiri, radikalisasi paham-paham baru, dan proxy war yang menggunakan tangan orang lain untuk menyerang negara Indonesia dengan cara-cara yang halus.  

 

"Sekarang ancaman yang nyata lewat media sosial, perkembangan teknologi sekarang membangun satu wilayah baru yang rawan terhadap kesatuan dan persatuan lewat media sosial. Hoax, ujaran kebencian, ini harus kita hadapi, dan yang menghadapi tidak hanya pemerintah tetapi seluruh bangsa Indonesia," pungkas Wiranto mengajak.

 


Reporter: Ervan Bayu

Editor : Birny Birdieni 

 

Ervan
14-03-2018 06:40