Main Menu

Kementerian PUPR Mangkir Saat Dipanggil Komisi V DPR

Wem Fernandez
14-03-2018 14:33

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis. (Dok. faryfrancis.net/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Komisi V DPR RI menyesalkan ketidakhadiran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja yang diagendakan pada Rabu, (14/3), hari ini. 

 

Padahal, rapat ini membahas agenda penting terkait sejumlah kecelakaan pada proyek infrastruktur pemerintah. Terakhir, soal bocornya pipa gas milik PGN di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. 

 

“Sangat disesalkan saja. Ini kan agenda penting membahas banyaknya proyek infrastruktur yang dilakukan pemerintah,” tegas Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis kepadaa Gatra.com, Rabu, (14/3). 

 

Fary menambahkan, secara kelembagaan Komisi V sudah mengirimkan surat kepada Kementerian PUPR pada 7 Maret 2018 lalu. Surat itu dibalas pada Sabtu, 10 Maret, dimana Kementerian PUPR meminta penjadwalan ulang karena tengah ada kegiatan dengan presiden. 

 

Selain kecelakaan proyek, Komisi V juga ingin menanyakan 19 hari hasil moratorium yang dilakukan kementerian sebagai respon atas kecelakaan beruntun proyek infrastruktur. Penjelasan pemerintah penting untuk menentukan sikap lanjutan komisi, apakah akan membentuk Panitia Kerja atau tidak. 

 

“Sejak moratorium belum ada laporan resmi ke kementerian. Kita hanya ingin dengar saja dari kementerian, hasilnya apa saja.  Masalah infrastruktur menyangkut keselamatan hidup manusia,” ujar Fary.

 


Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Hendri Firzani 

 

Wem Fernandez
14-03-2018 14:33