Main Menu

Pemerintah Bantah Ada Kebocoran atau Penjualan NIK dan KK

Abdul Rozak
14-03-2018 15:15

Ilustrasi Sim Card. (Pixabay/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pemerintah menegaskan tidak ada kebocoran serta penjualan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) terkait registrasi kartu prabayar. Kabar adanya kebocoran dan penjualan NIK dan KK di media sosial adalah hoax.

 

"Kebocoran, penjualan data NIK dan KK sama sekali tidak benar," tegas Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli di Jakarta, Rabu (14/3) siang. 

NIK dan KK yang dipakai registrasi kartu prabayar, sambung Ahmad, tidak diotak-atik oleh pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatikam serta operator seluler.

Isu kebocoran serta penjualan NIK dan KK tidak menyurutkan antusiasme masyarakat melakukan registrasi kartu Sampai dengan Rabu (14/3) jam 07.00 WIB, kartu prabayar yang sudah teregistrasi mencapai 351,59 juta. 

Ahmad memprediksi masyarakat yang melakukam registrasi kartu prabayar akan terus meningkat. Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan 360 juta kartu teregistrasi.

"Isu ini sama sekali tidak menyurutkan minat masyarakat melakukan registrasi. Sampai dengan jam 07.00 WIB teregistasi 351 juta," pungkas Ahmad.


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

Abdul Rozak
14-03-2018 15:15