Main Menu

Ratusan Takmir Masjid se Jabodetabek Sepakat Cegah Politisasi Masjid

Ervan
16-03-2018 10:04

Takmir masjid se Jabodetabek sepakat cegah politisasi masjid.(Dok.DKMI/re1)

Jakarta, Gatra.com - Ratusan Takmir Masjid se Jabodetabek mendeklarasikan gerakan "Cegah Politisasi Masjid" di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta, Kamis kemarin (15/3). Mereka kompak menyerukan keinginan untuk mencegah oknum oknum yang ingin memanfaatkan Masjid sebagai bagian dari kampanye berbau Politik praktis. 

 

Mereka hanya akan memperkenankan penggunaan Masjid sekadar sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT. "Mari menjadikan Masjid sebagai sarana untuk mempersatukan umat, bukan dijadikan sarana memecah belah umat dan memperuncing perbedaan," ungkap perwakilan Takmir Masjid se Jabodetabek Ustadz Khudori, Kamis (15/3).

 

Ustadz Khudori mengingatkan agar menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menjadikan mimbar-mimbar Masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi, bukan caci maki, ujaran kebencian dan ajakan permusuhan. "Mencegah masuknya Khotib dan Penceramah Masjid yang berpaham radikal, takfiri, ujaran kebencian, intoleran dan anti Pancasila," ujarnya.

 

Di tempat yang sama Mantan Panglima Pasukan Berani Mati Gus Dur Gus Nuril Arifin meminta hal yang sama. Ia berharap para takmir Masjid dan para jamaah yang hadir untuk tidak menggunakan Masjid sebagai ajang kepentingan politik praktis, partisan dan jual beli suara. "Ke Masjid jangan digunakan untuk kepentingan politik praktis dan partisan," ucap Gus Nuril.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang itu menyayangkan jika masjid yang merupakan tempat mulia itu disalahartikan fungsinya. Dia berharap di tahun politik ini, Masjid tidak lagi sebagai tempat berkampanye politik. "Ke Masjid itu mau ketemu Allah apa ketemu calon Gubernur atau calon Presiden," sindir Gus Nuril.

 

Sementara itu, Ketua Forum Rembuk Masjid Indonesia (Formasi) KH Sholeh Marzuki menyerukan kepada seluruh umat Islam khususnya takmir masjid agar menjaga suasana tempat ibadah tidak dijajah oleh kelompok-kelompok tertentu yang memiliki agenda politik praktis, apalagi sampai ingin memecah belah umat.

"Para DKM dan Takmir Masjid menyerukan agar masjid jangan dikotori oleh oknum yang mempunyai kepentingan sesaat hanya mencari suara dengan menguasai masjid," kata pria yang karib disapa Gus Sholeh.

"Janganlah masjid dijadikan tempat untuk mengamankan suara yang ujung-ujungnya menjelekkan kelompok sana kelompok sini," ujar Gus Sholeh menambahkan. 

Sementara terkait dengan gerakan keagamaan seperti Sholat Subuh Berjamaah dan Sholat-sholat lainnya yang dikemas untuk membungkus agenda politik praktis juga tak luput menjadi perhatiannya. Gus Sholeh menekankan bahwa gerakan Sholat Subuh Berjamaah adalah gerakan yang sangat positif, namun jika disusupi dengan agenda politik yang menjelekkan kelompok atau personal tertentu, hal ini yang menjadi persoalannya.

"Gerakan sholat subuh atau tarawih kan esensinya positif, tapi kalau ada ceramah-ceramah yang ada indikasi negatif dan memecah belah umat, itu yang salah. Jika demikian sebaiknya cepat bertaubat dan dapat hidayah," ucapnya.


 

Reporter: Ervan Bayu

Editor: Hendri Firzani 

 

 

Ervan
16-03-2018 10:04