Main Menu

Berpotensi Sebarkan Radikalisme, 8 Napi Terorisme Dipindahkan Ke Lapas High Risk Nusakambangan

Hendri Firzani
16-03-2018 14:09

Lapas Pasir Putih Nusakambangan adalah satu lapas yang memiliki blok Super Maximum Security (SMS). (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Cilacap, Gatra.com – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) RI memindahkan delapan napi terorisme (napiter) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang dan Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

 

Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto mengatakan kedelapan napiter tersebut dipindahkan lantaran berisiko tinggi menyebarkan pengaruh radikalisme kepada napi lainnya. Menurutnya, kedelapan napi ini juga masih berhubungan dengan jaringan mereka di luar, jika berada di lapas yang masih tercampur antara napi teroris dengan napi umum. Pasalnya, hubungan antar napi tak dibatasi.

 

Dia mengklaim, kedelapan napi ini dipindah setelah terlebih dahulu dilakukan assesment terhadap sejumlah napiter. Berdasar evaluasi, kedelapan napi ini yang dinilai harus cepat dipindah. “Narapidana yang ini sudah diassesment, sudah mendapat penilaian assesment risiko dan assement kebutuhan. Terpilihlah narapidana yang ini, begitu Kami bekerjasama dengan kepolisian,” katanya, saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis sore.

 

Dia menjelaskan, mereka dipindah lantaran memiliki kemampuan mengorganisasi, mengarahkan dan menggerakkan jaringan terorisme, kendati berada di dalam Lapas. “Ya, jadi mereka itu kan memiliki kemampuan menyebarkan paham radikal, mempengaruhi, berisiko melarikan dari, punya akses ke luar, berkomunikasi kembali dengan jaringannya,” jelasnya.

 

Saat ini, kedelapan napi tersebut sudah sampai di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan dan segera diassesment oleh pihak lapas. Soal penempatannya, ia mengaku masih belum menerima informasi. Tetapi, rencananya masing-masing napiter akan ditempatkan di sel terpisah, atau satu napi satu sel.

 

Lapas Pasir Putih telah diresmikan sebagai Lapas High Risk Terorisme. Napi-napi teroris dari seluruh Indonesia yang berkategori risiko tinggi ditempatkan di lapas ini. Pemindahan, dilakukan secara bertahap. Delapan Napi tersebut, tiga berasal dari Lapas Cipinang, lima lainnya dari Mako Brimob Kelapa Dua. Tiga napi teroris dari Lapas Cipinang adalah, Ali Zaenal Abidin, Awaluddin dan Erwin Madani.

 

Sedangkan lima napi teroris dari Kelapa Dua adalah Wandi Supandi pidana 5 tahun, Saulihun bin Suryani pidana 7 tahun, Taufik Hidayat pid 6 tahun 8 bulan, Jumri pidana 10 tahun dan Juhanda alias Jo pidana seumur Hidup. 


Reporter : Ridlo K Susanto

Editor: Hendri Firzani 

Hendri Firzani
16-03-2018 14:09