Main Menu

Semoga Ternate Tidore Tidak Gelap Lagi

Cavin Rubenstein M.
18-03-2018 11:07

Pekerja mengecek pipa di PLTMG Ternate. (Dok. PLN/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Mobile Power Plant (PLTG/MG MPP) Ternate berkapasitas 30 MegaWatt (MW) kini telah beroperasi penuh dan bisa melayani pasokan listrik ke Sistem Ternate Tidore.



“Pembangkit MPP ini merupakan pembangunannya tergolong cepat. Butuhkan waktu pembangunan 6-7 bulan saja," kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat, I Made Suprateka, dalam rilisnya yang diterima redaksi Gatra.com, Minggu (18/3) siang.

Konstruksi PLTMG Ternate rampung di Oktober 2017 setelah kontrak efektif berlaku pada April 2017. Setelah proses konstruksi pembangkit selesai, tahapan selanjutnya dari pembangunan pembangkit adalah menguji beban sebelum dinyatakan layak beroperasi.

Secara keseluruhan, pembangkit di Ternate ini memiliki empat unit mesin yang masing-masing berkapasitas 9,7 MW. Tiga unit telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada Desember 2017 lalu, dan satu unit terakhir memperoleh SLO pada Februari 2018 kemarin.

 Lebih lanjut, Made menjelaskanbahwa PLTMG ini menggunakan bahan bakar dual fuel. Bisa LNG (Liquid Natural Gas), atau BBM (Bahan Bakar Minyak). Adanya pembangkit ini merupakan upaya untuk mendukung pemerataan akses listrik khususnya di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, beban puncak Sistem Ternate Tidore sebesar 32,49 MW, sedangkan daya mampunya sebesar 59,3 MW. Hal ini berarti terdapat cadangan daya sebesar 45% untuk Sistem Ternate Tidore.

Program 35.000 MW yang dikerjakan pemerintah adalah upaya menopang dan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi secara nasional, seperti mendorong munculnya pusat-pusat industri baru.

Di pihak PLN, program 35.000 MW lebih utamanya adalah untuk mengatasi masalah kekurangan pasokan daya di daerah-daerah yang statusnya defisit listrik. Dengan adanya penambahan daya dari pembangkit baru, tentunya juga semakin membuat pasokan listrik lebih handal dengan adanya cadangan daya yang cukup.

Lebih dari itu, PLN berharap agar 35.000 MW ini bisa untuk pemerataan pemenuhan listrik untuk seluruh warga negara Indonesia. Sehingga mampu menaikkan angka rasio elektrifikasi nasional mencapai 98 persen di 2019.


Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
18-03-2018 11:07