Main Menu

Lagi, Ulama Dibacok Orang Gila, Kali ini di Kendal

Basfin Siregar
19-03-2018 20:10

H. Solahudin Aly bersama jajaran pengurus GP Anshor Jawa Tengah dan pengurus cabang GP Anshor Kendal, menjenguk Kiai Zenuri dan menantunya, Agus Nurus Sakban saat dirawat di RSUD Tugurejo, Semarang, Minggu malam (18/3) (Gatra.com/dok.PCNU Kendal)

Artikel Terkait

Kendal, Gatra.com - Penyerangan terhadap ulama kembali terjadi. Kali ini menimpa Kiai Ahmad Zenuri, 50 tahun, Rais Syuriah NU ranting desa Truko, kecamatan Kangkun, kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ia dibacok orang tak dikenal di depan rumahnya hingga luka parah.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu petang (18/3).

Dari keterangan tertulis PCNU Kendal, disebutkan bahwa kronologi pembacokan itu bermula ketika menantu Kiai Zenuri, Agus Nurus Sakban, 27 tahun dan istrinya hendak mengeluarkan mobil dari garasi.

Tanpa disadari, seorang pria yang belakangan diketahui bernama Suyatno, 35 tahun, sudah menunggu di dekat rumah. Suyatno yang sudah menyiapkan golok langsung menyerang Agus.

Istri Agus, Ulfa, pun menjerit minta tolong. Mendengar keributan itu, Kiai Zenuri pun bergegas keluar rumah dan berusaha melerai. Tapi Suyatno juga langsung menyerang Kiai Zenuri.

Beruntung tetangga kiri-kanan mendengar keributan itu dan segera menghampiri rumah Kiai Zenuri. Warga yang mengetahui ada pembacokan pun marah dan langsung mengeroyok Suyatno sampai babak belur.

Belakangan diketahui Suyatno merupakan warga desa Gemuh, kabupaten Kendal. Diduga pelaku yang bekerja sebagai pengamen itu stress karena tekanan ekonomi. Ia menyerang rumah Kiai Zenuri diduga karena ingin merampok.

Menurut AKPB Adiwijaya, Kapolres Kendal, berdasarkan pengakuan Suyatno, terungkap bahwa ia sudah tiga hari terakhir tidak punya uang hingga stress. Saat melintas rumah Kiai Zenuri itulah dia melihat istri Agus membawa tas dan berniat merampok.

Namun motif itu dipertanyakan oleh Gerakan Pemuda Anshor Jawa Tengah.

H. Solahudin Aly, Ketua GP Ansor Jawa Tengah menyatakan motif perampokan itu sangat janggal. Pasalnya GP Anshor menemukan fakta bahwa sehari sebelum kejadian, Suyatno sempat menyampaikan pada seorang warga bahwa dia ingin membunuh seseorang, tapi tidak disebutkan siapa nama calon korbannya.

"Berdasarkan informasi yang kumpulkan dari tim GP Anshor Kendal, ada indikasi ini sudah direncanakan, entah oleh pelaku sendiri atau ada pihak lain yang menyuruhnya," katanya dalam pernyataan tertulis kepada Gatra,

Selain itu menurut Solahuddin, dari keterangan keluarga, pelaku juga tidak berusaha merebut tas milik istri korban.

Saat ini kasus ini masih dalam pengusutan oleh Polres Kendal.

Editor: Basfin Siregar

Basfin Siregar
19-03-2018 20:10