Main Menu

Tutut Gabung Ke Partai Berkarya, Golkar Bisa Tergerus?

Wem Fernandez
22-03-2018 17:21

Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Berkarya (Antara/Mohammad Ayudha/yus4)

Jakarta, Gatra.com- Manuver Partai Berkarya dalam konstelasi politik nasional tidak bisa dipandang sebelah mata. Setelah dikabarkan akan menggaet eks politisi Golkar, Priyo Budi Santoso sebagai Sekjen baru partai tersebut, kini nama Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut juga disebut-sebut bakal berlabuh di partai bernomor urut 7 tersebut.

 

Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang di Jakarta Pusat, Rabu (22/3), kemarin, memberkan sinyal kuat masuknya Mbak Tutut ke partainya. Jika terealisasi, maka ada dua anak Presiden ke-2 Indonesia Soeharto di Partai Berkarya yaitu Hutomo Mandala Putera (Tommy Soeharto) dan Mbak Tutut. 

 

Pengamat Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, peluang tingginya elektabilitas Partai Berkarya bisa saja ada, jika mereka mampu menjaga segmen pemilih. 

 

“Partai baru harus punya ikon, mesin partai, dan isu. Isu apa yg dimainkan. Misalnya PSI (Partai Solidaritas Indonesia) mainkan isu anti korupsi, UU MD3 kemarin mereka ambil. Nah sekarang Partai Berkarya harus memainkan isu apa,?” jelas Pangi kepada Gatra.com, Kamis, (22/3). 

 

Pangi mensinyalir, Partai Berkarya pasti memainkan isu-isu yang menjadi primadona pada masa  Soeharto seperti swasembada pangan, pembangunan, stabilitas terjaga dan sebagainya. Hanya saja bagaimana dengan pemilih milenial yang akan digaet Partai Berkarya? 

 

“Tentu harus ada inovasi isu yang dibuat oleh Partai Berkarya,” singkat Pangi.  Pangi juga mewanti-wanti partai lama untuk tidak terlena dengan perolehan suara yang dimiliki. Meski terbilang partai baru, bisa saja peluang partai Berkarya akan lebih besar dipilih karena pandai dalam mengelola isu. 

 

“Segmen apa yang akan diambil Berkarya? Dan bukan tidak mungkin yang tergerus Golkar-nya. Sama seperti PSI yang bisa mengambil suara cukup besar bukan tidak mungkin yang tergerus PDI-Perjuangan, karena segmen atau platform partai sama. PSI tampil sebagai partai yang pluralis, Indonesia, mengedepankan ke-bhinekaan, apa bedanya dengan PDI-Perjuangan? Partai Berkarya mengedepankan pembangunan, apa bedanya dengan Golkar?” terang dia. 


 

Reporter : Wem Fernandez  

Editor : Bernadetta Febriana

 

Wem Fernandez
22-03-2018 17:21