Main Menu

Bergaya ala Barista, Ganjar Luncurkan Kopi Gayeng

Mukhlison Sri Widodo
23-03-2018 04:33

Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bergaya ala Barista. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Solo, Gatra.com - Kafe Kopi Gayeng Ndaleme Eyang dibuka di Solo dan mendaulat Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo meluncurkan varian kopi gayeng yang  terinspirasi tagline Provinsi Jawa Tengah,  Jateng Gayeng. 

Kafe ini menyajikan menu kopi single origin dengan bahan kopi dari berbagai daerah di Jateng.

Launching pada Kamis (22/3) ditandai dengan seduhan kopi pertama oleh Ganjar dibimbing oleh Aditya Rismaya Triwahjuna, barista kafe tersebut. 

"Ini kopi Gunung Lawu dipilih karena saya lahir di lereng Lawu," kata Ganjar yang kelahiran Tawangmangu, Karanganyar, itu. 

Dalam lima menit, Ganjar berhasil membuat secangkir kopi lawu yang disajikan dengan cara V60 (v sixty).

"Baunya sudah kayak kopi beneran," kata Ganjar disambut tawa pengunjung yakni para wirausahawan muda Solo, relawan Ganjar, dan warga sekitar kafe yang berada di kampung itu.

Dalam obrolan sebelum launching kafe, Ganjar mendapat informasi singkat tentang kopi dari dua barista.

Dari jenis kopi, roasting, alat-alat, hingga berbagai jenis cara penyajian juga tahap-tahap pembuatan kopi yang relatif panjang.

Buah kopi yang  dipanen masih membutuhkan proses yang sangat panjang sebelum menjadi secangkir minuman yang dapat kita nikmati. Buah kopi yang berwarna merah (cerry) diproses menjadi gabah (HS), lalu gabah menjadi beras (green bean) dan proses selanjutnya green bean disangrai (roasting) menjadi roast been. 

Kemudian ditumbuk atau digiling atau dibubukkan (greender) sampai menjadi bubuk kopi yang siap melalui proses selanjutnya yaitu siap diseduh dan dinikmati.

Cara penyajian pun beraneka ragam. Dari manual brewing seperti french press, drip, aeroprress, syphon, volc brew, vietnam drip, V60, dan tubruk hingga pakai mesin seperti espresso.

Ganjar menyimak dengan seksama dan sesekali manggut-manggut. Di akhir penjelasan, ia berkomentar singkat.

"Angel ya jebule, ngertiku ya mung tubruk (susah ya ternyata, setahu saya ya kopi tubruk," katanya sembari menyeruput kopinya. 

Menurut Ganjar, Jateng kaya bermacam kopi yang belum dikembangkan. Setiap daerah yang memiliki gunung di Jateng pasti ada kebun kopi. 

Secara umum produksi kopi di Jawa Tengah saat ini berasal dari lima rumpun yaitu rumpun Gunung Slamet, Sindoro Sumbing, Gunung Kelir, Merapi Merbabu, dan Muria. 

Jenis kopi arabica menguasai produksi di Jateng, dibanding robusta. 

"Kopi sedang booming dan ini adalah ekonomi kreatif yang bisa dimanfaatkan anak muda untuk membangun start up bisnisnya, ini bagian dari apa yang dikatakan Bung Karno berdikari dalam bidang ekonomi dan harus terus dikembangkan agara muncul citarasa baru kopi yang khas Jateng," katanya.

Kafe Kopi Gayeng yang bergaya rumah limasan ini terletak di Jalan Pajajaran Timur 1 nomor 10, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.


Reporter : Arif Koes

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
23-03-2018 04:33