Main Menu

Jelang Pemakaman Probosutedjo, Jalur Kemusuk Ditutup Satu Jam

Hendri Firzani
26-03-2018 15:53

Jenazah almarhum  Probosutedjo disemayamkan di rumah duka (Antara/Wibowo Armandor/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com- Polsek Sedayu menutup tiga jalur masuk ke arah Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, selama satu jam sebelum kedatangan jenazah Probosutedjo. Penutupan tersebut untuk memperlancar kedatangan jenazah dan para tamu VVIP yang akan hadir dalam pemakaman Probosutedjo.



 Penutupan jalan masuk dusun Kemusuk ini disampaikan Kapolsek Sedayu Kompol Sugiarta kepada wartawan di rumah duka. “Satu jam sebelum kedatangan jenazah, tiga jalur kami tutup total dan arus lalu lintas dialihkan,” jelasnya, Senin (26/3).

Jalur yang ditutup dari pertigaan Pedes, menghubungkan Jalur Kemusuk dengan jalan raya DI Yogyakarta-Purworejo, kemudian pertigaan Nulis yang menghubungkan ke Sleman, dan pertigaan Kemusuk yang tepat berada di depan Museum Soeharto dan menghubungkan Godean dan Sedayu.

Kapolsek menyataan kedatangan rombongan jenazah terbagi dalam tiga rombongan. “Jika tidak akan kendala, tiga jalur ini akan ditutup pada pukul 16.00 WIB saat rombongan tiba di Bandara Adisutjipto. Perkiraan rombongan jenazah akan sampai pukul 16.45 WIB,” jelasnya.

 Soal siapa tamu penting yang datang, Kapolsek mengatakan selain mantan pejabat tinggi di pemerintahan Soeharto juga dijadwalkan Presiden dan  Panglima TNI akan hadir.Karena itu, untuk memperlancar prosesi pemakaman, sebanyak 200 personel dari Polda DI Yogyakarta, Polres Bantul, dan Polsek Sedayu disiapkan.

 
“Jalur yang ditutup akan dibuka sesudah prosesi pemakaman selesai dan tamu-tamu penting sudah pulang,” tandasnya.Camat Sedayu Bantul Fauzan Muarifin mengimbau masyarakat umum yang ingin bertakziah agar datang sebelum ketiga jalur utama ditutup.

 
“Rencana jenazah akan disemayamkan di pendapa kompleks pemakaman tokoh pejuang Kemusuk Somenggalan. Bagi masyarakat yang tidak bisa menghadiri pemakamam, dipersilakan mengikuti pengajian pada malam harinya,” jelas Fauzan.


Menurut Fauzan, Probosutedjo dianggap sebagai salah satu pejuang yang melawan Belanda saat agresi kedua 1949. Karena jasa-jasanya, keluarga dan warga Kemusuk memakamkan almarhum di Soemenggalan bersama jenazah pejuang kemerdekaan lainnya.


Reporter: Arief Koes

Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
26-03-2018 15:53