Main Menu

Probosutedjo akan Dimakamkan di Antara Makam Pejuang Kemerdekaan

Hendri Firzani
26-03-2018 16:00

Suasana rumah duka kediaman Probosutedjo di Jl. Diponegoro No.20 Jakarta. (GATRA/Hendri Firzani/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Persiapan pemakaman pengusaha yang juga adik tiri Presiden Soeharto, Probosutedjo, telah berlangsung di kampung kelahirannya di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta.


Tokoh masyarakat Kemusuk, Widarta, menjelaskan tiga lokasi di desa tersebut disiapkan untuk prosesi pemakaman yakni Makam Soemenggalan, rumah  pribadi Probosutedjo, dan Museum Memorial HM Soeharto.

"Rumah dan museum digunakan untuk warga yang takziah dan tempat berkumpul keluarga," kata Widarta yang dipercaya mengkoordinasi prosesi pemakaman, Senin (26/3).

Adapun kompleks makam Soemenggalan diambil dari nama Wongso Menggolo, sesepuh sekaligus pendiri desa Kemusuk.

Makam ini khusus menjadi peristirahatan terakhir para pejuang dari Kemusuk yang gugur dalam Perang Kemerdekaan Kedua melawan Belanda pada 1948-1949 atau dikenal sebagai peristiwa Clash II.

Ada 202 orang pejuang yang dimakamkan di sini. Makam Soemenggalan diresmikan  Wakil Presiden RI Sudharmono pada 1 Maret 1981. Kompleks makam pahlawan ini bersebelahan dengan pemakaman umum Gedong.

"Pak Probo akan dimakamkan di sebelah ayahnya, Armo Pawiro, yang meninggal ditembak Belanda saat ditanya tempat persembunyian Pak Harto saat perang kemerdekaan," kata Widarta.

Menurut Widarta, setiba di Kemusuk jenazah akan langsung disemayamkan dan disalatkan di kompleks pemakaman Soemenggalan.

Persiapan prosesi pemakaman telah berjalan. Tenda putih dibentangkan di atas kompleks pemakaman dan rumah duka. Karangan bunga dukacita terus berdatangan, termasuk dari Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X dan Bupati-Wakil Bupati Bantul.

Aparat keamanan juga dikerahkan.Para pelayat pun mulai hadir. Jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka di Jakarta sekitar pukul 15.30 dan diperkirakan tiba di Yogyakarta jam 17.00- 17.30. Prosesi pemakaman direncanakan sebelum azan Magrib.


Reporter: Arief Koes

Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
26-03-2018 16:00