Main Menu

Probosutedjo di Mata Sahabat: Sederhana dan Peduli Pendidikan

Hendri Firzani
26-03-2018 16:31

Almarhum Probosutedjo semasa hidup. (Dok. GATRA/EY Dharmawan/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Kendati menjadi pengusaha, adik Presiden Soeharto, Probosutedjo, yang meninggal hari ini dikenal sebagai pribadi sederhana dan peduli pada pendidikan warga di kampung halamannya di desa Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta. Bibit, 78 tahun, warga Kemusuk yang menjadi tetangga, teman, dan selalu menemani mendiang saat pulang kampung menceritakan pengalaman dan kesannya bersama Probosutedjo.


"Suatu kali saya ditelpon Pak  Probo waktu pulang ke Kemusuk dan diundang datang ke rumahnya. Saya kira ada apa. Ternyata cuma buat ngobrol dan makan-makan. Makan sama-sama, tidak pilih-pilih, dengan menu biasa tempe, tahu, tewel, dan sayur bobor," kisahnya saat menanti kedatangan jenazah di makam Soemenggalan, Kemusuk, Senin ( 26/3) petang.

Bibit bertemu terakhir dengan mendiang sebelum bulan puasa Ramadan tahun lalu. Saat itu, ia diajak Probo berziarah ke makam ayah dan ibu Probosutedjo, selain ke Museum Soeharto.

Bibit mengatakan Probosutedjo memiliki jiwa wirausaha saat merantau ke Siantar. Bibit ingat, hasil keringat Probo berupa sedan Mercedes yang dibawa ke Kemusuk dan membuat warga takjub.

Kesuksesan Probo membuat sejumlah warga mengikuti jejaknya untuk merantau ke Siantar. "Pak Probo sempat jadi bakul sayur sampai sukses berdagang besi tua. Sebelum Pak Harto muncul, Pak Probo sudah kaya," kata dia.

Namun, menurut Bibit, sebelum jadi pengusaha, Probo adalah seorang guru. Itu sebabnya Probosutedjo menjadi sosok yang peduli pendidikan. Sejak tahun 1970, Probo membangun sekolah di sekitar Kemusuk.

"Dari sekolah dasar, lalu SMA Argomulyo pada 1971, STM yang kemudian jadi SMK 1 Sedayu, hingga sekolah pertanian dan Universitas Mercubuana. Saat SMA tidak muat, Pak Probo membuka SMA swasta. Ini semua agar warga cerdas," tutur kakek empat anak dan empat cucu ini.

Menurut Bibit, Probosutedjo ingin ekonomi warga Kemusuk meningkat. Selain mendukung pembangunan Museum Soeharto yang jadi tujuan wisata, Probo juga membangun desa. Wujudnya, ia membantu pembangunan pagar pembatas dari semen di sepanjang  jalan raya dan deretan rumah warga Kemusuk. "Biar warga tidak mengganti pagar terus karena sebelumnya pagar dari bambu," kata Bibit.


 

Reporter: Arief Koes

Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
26-03-2018 16:31