Main Menu

Ini Hasil Multaqa Ulama Nusantara Soal Kepemimpinan Nasional

Ervan
27-03-2018 02:04

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A Muhaimin Iskandar (Cak Imin) maju dalam kontestasi pemimpin nasional dari kalangan umat Islam dan pesantren cukup besar. (GATRA/Adi Wijaya/RT)

Serang, Gatra.com - Multaqa Ulama Nusantara se-Provinsi Banten, yang digelar Minggu (25/3), menyimpulkan ada aspirasi yang kuat agar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A Muhaimin Iskandar (Cak Imin) maju dalam kontestasi pemimpin nasional sebagai perwakilan dari kalangan umat Islam dan pesantren.

Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan kuesioner singkat yang dilakukan secara tatap muka langsung dengan 500an peserta yang hadir. Mereka merupakan ulama dari berbagai ormas Islam se-provinsi Banten antara lain dari NU, MALNU, Muhammadiyah, Mathlaul Anwar, Al Khoiriyah, Persis, LDII, Forum Majlis Ta’lim se-Banten, para pengasuh pesantren, MUI wilayah Banten, dan para guru agama se-Banten. 

Cak Imin memperoleh persentase terbesar yaitu 89 persen. Tokoh lainnya yang juga muncul antara lain Zulkifli Hasan (4 persen), TGB Zainul Majdi (2 persen), Romahurmuzy (1 persen), Yusril Ihza Mahendra (1 persen).

Kelebihan Cak imin, menurut para ulama, karena semua mengenal dirinya sebagai seorang santri, memiliki pesantren, dan keluarganya dari kalangan pesantren. 

“Setuju, mendukung, dia dari kalangan santri, punya pesantren, apalagi menjadi Presiden. Pemimpin itu yang penting memiliki kualitas iman dan takwa," kata pimpinamn Pesantren Al Mubarok Serang KH Mahmud di Serang, Banten, Senin (26/3).

Sebelumnya terdapat tiga pertanyaan yang disampaikan kepada peserta Multaqa. Pertanyaan pertama, apakah saat ini lembaga pendidikan pesantren dan umat Islam mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam pembangunan nasional? Jawaban dari peserta cukup mencengangkan, yaitu mayoritas menyatakan belum mendapat perhatian (54 persen), kemudian disusul sudah mendapat perhatian (30 persen), tidak Mendapat perhatian (11 persen), dan sisanya menjawab tidak tahu.

Pertanyaan kedua, pentingkah umat Islam dan kalangan pesantren mempunyai keterwakilannya dalam kepemimpinan nasional? Mayoritas menjawab Sangat penting (61 persen), penting (27 persen), kurang penting (13 persen), dan sisanya menjawab tidak tahu.

Kuisioner tersebut dilakukan sesuai dengan tema Multaqa "Pentingnya Kepemimpinan Nasional dari kalangan Umat Islam yang Berkualitas Iman dan Takwa. Usai acara, sekjen Multaqa Ulama Nusantara, KH Ali Abdil Barr membacakan amanat Multaqa yang isinya mengimbau umat Islam memilih pemimpin nasional yang memiliki paradigma, karakter, dan visi yang sesuai ajaran Islam, berkualitas iman dan taqwa, serta representasi umat Islam. 

"Yang tak kalah penting berasal dari kalangan santri," ujarnya.

Pilihan para ulama se Banten ini juga sejalan dengan dukungan atau mandat kepada Cak Imin di berbagai daerah dari berbagai kalangan utamanya para ulama sebagai calon pemimpin nasional di 2019 yang terus mengalir.

Pertemuan tersebut juga merekomendasikan agar segera diselenggarakan Multaqa Ulama Nusantara tingkat nasional yang akan memberikan amanat dan mandat untuk kepemimpinan nasional dari kalangan umat Islam, khususnya santri.

 


Reporter: Ervan Bayu

Editor    : Cavin R. Manuputty

 

 

 

Ervan
27-03-2018 02:04