Main Menu

Kesulitan Air Bersih, Sebagian Korban Longsor Tinggalkan Penampungan

Hendri Firzani
28-03-2018 09:04

Suasana pengungsian. (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Cilacap, Gatra.com – Sebagian korban longsor Jatiluhur Desa Padangjaya Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah enggan tinggal di hunian sementara (huntara) yang telah dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Lembaga swadaya masyarakat.

 

Kepala Dusun Jatiluhur yang juga korban longsor, Tarsono mengatakan mereka enggan tinggal di huntara lantaran sulitnya akses air bersih. Untuk memperoleh air bersih, penghuni huntara harus mengambil air (ngangsu) ke sumber yang jaraknya sekitar 400 meter.

 

Tarsono mengungkap, dari 12 huntara yang dibangun, saat ini hanya tujuh yang dihuni oleh warga. Itu pun, hanya enam keluarga yang menetap. Satu keluarga lainnya hanya di saat-saat tertentu saja tinggal di Huntara.

 

Akibatnya, lima huntara lainnya kosong. Menurut Tarsono lima keluarga lainnya lebih memilih tinggal di rumah saudara atau menyewa rumah kosong yang ada di sekitar Dusun Jatiluhur dan tidak terdampak longsor.

 

“Yang menetap itu ada tujuh keluarga. Tapi ada satu yang kadang di situ kadang tidak. Yang pertama nomor satunya ya itu lah, air. Air itu kan sumber penghidupan utama,” katanya, Rabu (28/3).

 

Dia menjelaskan, dalam peristiwa longsor Dusun Jatiluhur pada 2017 lalu ada 24 rumah yang roboh atau rusak total. Namun, kebanyakan memilih tinggal di rumah saudara. Ada pula yang mendirikan gubuk sendiri di daerah yang dianggap aman.

 

BPBD, pemerintah desa dan warga Jatiluhur sempat membuat sumur di sekitar huntara. Tetapi, baru sekitar dua meter, pekerja menyerah. Pasalnya, banyak batu yang keras dan tidak bisa disingkirkan. Adapun lokasi lainnya sulit lantaran berdekatan dengan tempat pamakaman umum (TPU).

 

“24 rumah, tetapi yang mutlak itu 18, yang roboh total lah. Cuma kalau yang retak-retak (rusak berat) itu ada 24 seluruhnya. Kan BPBD pernyataannya tujuh hari pertama BPBD, tujuh hari kedua BPBD, selepasnya selanjutnya dinas sosial,” jelasnya.

 

Tarsono menambahkan, warga korban longsor berharap agar rencana relokasi segera terealisasi. Pasalnya huntara dengan kondisi serba terbatas menyulitkan warga.

 

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap wilayah Majenang, Edi Sapto Priyono mengatakan, korban longsor di Jatiluhur bakal segera direlokasi.

 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang telah melakukan survei geologi menyimpulkan bahwa dusun Jatiluhur tak layak huni. Pemerintah Daerah Cilacap dan Pemerintah Desa setempat saat ini dalam proses pengadaan lahan untuk memindahkan warga korban terdampak longsor.


 Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Hendri Firzani 

Hendri Firzani
28-03-2018 09:04