Main Menu

Kemenristekdikti: 5.838 Prodi Perguruan Tinggi Belum Terakreditasi

Mukhlison Sri Widodo
07-04-2018 08:11

Penandatanganan Kerjasama Program Asuh Perguruan Tinggi antara Kemenristekdikti dan UNS Surakarta. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com -  Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) mencatat 5.838 program studi (prodi) perguruan tinggi Indonesia belum terakreditasi. 

 

Sedangkan 70% dari 4.616 perguruan tinggi juga belum mengantongi akreditasi institusi.

Data ini disampaikan Direktur Penjaminan Mutu Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Aris Junaidi saat penandatanganan ‘Program Asuh Perguruan Tinggi Unggul 2018’ di DI Yogyakarta, Jumat (06/4).

“Hingga 31 Januari kemarin dari 25.862 prodi,  ada 23 persen atau 5.838 yang belum terakreditasi. Secara keseluruhan, 6.521 kampus telah terakreditasi ‘C’, 10.623 terakreditasi ‘B’ dan 2.880 kampus terakreditasi ‘A’,” jelasnya.

Dari 4.616 perguruan tinggi, sekitar 70% atau 3.227 kampus belum mengantongi akreditasi institusi.

Kondisi ini menggambarkan  kuantitas prodi perguruan tinggi ternyata tidak menjamin peningkatan kualitasnya.

Hal ini membuat banyak perguruan tinggi  yang tidak memiliki prodi dengan mutu yang bisa dibanggakan.

Sebagai upaya peningkatan kualitas prodi, Kemenristekdikti meluncurkan program Asuh PT Unggul. 

Dalam program ini, Kementerian membuka kesempatan perguruan tinggi yang telah mengantongi akreditasi institusi ‘A’ untuk mengasuh perguruan tinggi lain yang masih memiliki program studi bermasalah. 

“Tahun ini 66 perguruan tinggi unggul yang memenuhi kriteria. Dari jumlah itu, sebanyak 36 kampus telah mengajukan proposal menjadi pengasuh, namun hanya lolos 29 kampus. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 26 kampus,” lanjut Aris.

Program Asuh PT Unggul merupakan satu dari 22 pogram Kemenristekdikti untuk mendorong prodi meningkatkan kualiats sesuai Standard Nasional Perguruan Tinggi (SNPT).

Tahun lalu, ada 124 prodi mampu meningkatkan akreditasi dari ‘C’ ke ‘B’ dan 172 prodi melakukan reakreditasi.

Menurut dia,  program ini bertujuan perguruan tinggi  benar-benar membangun budaya mutu. 

Tak boleh lagi hanya menerima banyak mahasiswa tapi mutu lulusannya tidak diperhatikan.

Ke depan, jika ada prodi dengan kualitas yang masih rendah, Direktorat Penjamin Mutu akan melakukan penggabungan. 

Rencananya ada 1.000 prodi digabungkan pada 2019. Jika tidak mengikuti ketentuan ini,  Kementerian akan memberikan sanksi. 

“Perguruan tinggi  yang belum mengantongi akreditasi institusi dan belum ‘naik kelas’, juga kita kenai sanksi,” imbuhnya.

Wakil Rektor I UNS Surakarta Sutarno mengatakan  pihaknya bersedia terlibat, sebagai wujud rasa ikut bertanggungjawab terhadap mutu lulusan perguruan tinggi. 

“Kami prihatin masih ada institusi atau perusahaan yang menolak lulusan perguruan tinggi karena kualitasnya dianggap rendah. Ini alasan kami bergabung di program ini,” katanya.

Selain UNS Surakarta, empat kampus di Yogyakarta juga lolos sebagai pengasuh yaitu  Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Negeri Yogyakarta.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
07-04-2018 08:11