Main Menu

Ini Pembicaraan Prabowo Subianto dan Menko Luhut

Wem Fernandez
09-04-2018 15:38

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (GATRA/Wem Fernandez/FT02)

Jakarta, Gatra.com-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu di salah satu restoran di Hotel Bintang Lima, Jakarta, Jumat, (6/4), pekan lalu. Sejumlah topik dibahas oleh kedua tokoh ‘kontroversial’ ini. 

 


Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, salah satu topik yang dibahas keduanya menyangkut masalah yang dihadapi pemerintah saat ini. 

 


“Ini merupakan pertemuan biasa, karena Prabowo ingin menjalin komunikasi dengan semua pihak. Pembicaraanya tentang masalah yang dihadapi pemerintah saat ini, salah satunya kelapa sawit,” jelas Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, (9/4). 

 


Menurut Fadli, sebagai bagian dari politik dagang, Uni Eropa kini tengah melarang masuknya minyak sawit. Pada 18 Januari 2018 lalu, Parlemen Eropa menyetujui proposal UU energi terbarukan yang melarang penggunaan minyak sawit untuk biodiesel mulai tahun 2021. 

 


Uni Eropa menilai minyak sawit menciptakan banyak masalah seperti deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM.

 


“Pak Prabowo kan juga punya networking juga di Eropa untuk mendukung melalui orang-orang, simpatisan kita yang pro Indonesia di Eropa supaya bisa memberikan suatu dukungan pada sawit kita supaya tidak diperlakukan seperti sekarang,” jelas Fadli. 

 


Soal minyak sawit ini diakui Fadli langsung disampaikan Prabowo terhadap dirinya. Sedangkan soal lain soal Pilpres dan pernyataan Prabowo tentang bubarnya Indonesia pada 2030 juga sempat dibahas dalam pertemuan tersebut. 

 


“Kalau soal Pilpres, Pak Luhut juga menanyakan ke Pak Prabowo apakah siap maju? Prabowo menjawab, ya siap. Dan saya kira jawabannya Pak luhut juga sepeti yang juga disampaikan mendukung aja sebagai kolega. Lalu soal 2030, itukan juga didampaikan, mereka sama-sama tentara tentu bisa mengerti yang namaya geopolitik, geostrategi ke depan,” terangnya.


 

Reporter : Wem Fernandez

Editor : Bernadetta Febriana

 

Wem Fernandez
09-04-2018 15:38