Main Menu

Korupsi Marak, Bamoset Usulkan Kepala Daerah Dipilih DPRD

Wem Fernandez
10-04-2018 12:26

Ilustrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Langsung. (Dok. GATRA/Asri Zaidir/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo mengakui, usulan dirinya soal kepala daerah yang dipilih oleh DPRD tentu meninggalkan banyak soal. Selain muncul kontroversi di masyarakat, sistem ini disinyalir memundurkan kualitas demokrasi yang tengah berjalan saat ini. 

 


Namun demikian, dirinya mengajak masyarakat, atau pemangku kepentingan untuk berpikir kembali dampak yang ditimbulkan dengan demokrasi langsung atau calon kepala daerah yang dipilih oleh rakyat.

 


“Harus diakui pasti akan ada yang protes karena dianggap demokrasi kita mundur. Tapi kembali ke masyarakat apakah pilkada yang sudah kita pilih secara langsung banyak memberi manfaat ke masyarakat sesuai demokrasi atau banyak mudaratnya. Kalau kesimpulannya banyak manfaat ya silakan diteruskan. Kalau kajiannya merusak moral rakyat kita, ya harus kita kaji kembali karena di daerah banyak menimbulkan persoalan,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, (10/4). 

 


Salah satu soal yang timbul dari pemilihan langsung ini adalah korupsi. Hasil bincang-bincang dirinya dengan salah satu pejabat KPK menjelaskan bahwa banyak calon kepala daerah yang melakukan tindak korupsi karena dibebani ongkos politik yang tinggi. 

 


“Belum lagi di akar rumput saling serang. Di luar transaksional ada lagi masalah sosial. Suami istri bisa pisah ranjang cerai gara gara pilihan berbeda, anak bapak demikian karena ternyata yang satu terima dari pasangan Rp500 ribu, yang satu terima dari Rp.200 ribu, mereka bertengkar,” terangnya.


 Reporter : Wem Fernandez

Editor : Bernadetta Febriana

 

Wem Fernandez
10-04-2018 12:26