Main Menu

Cak Imin: Demokrasi Indonesia Memerlukan Biaya Tinggi

Ervan
11-04-2018 19:30

Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar.(Dok. Humas MPR/re1)

Jakarta, Gatra.com- Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar menerima ucapan selamat dari Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend karena telah dilantik menjadi Wakil Ketua MPR. Ucapan selamat itu disampaikan saat keduanya bertemu di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Kepada Muhaimin, Vincent mengatakan, Indonesia adalah negara yang besar, karena memiliki rakyat dan wilayah yang besar. Dengan kondisi tersebut, Indonesia memiliki potensi yang sangat bagus di bidang ekonomi. Sayang potensi tersebut belum dimanfaatkan dengan baik. Buktinya nilai investasi dan perdagangan Uni Eropa ke Indonesia belum terlalu membanggakan.

“Banyak aturan yang tidak tepat sehingga investor enggan menanamkan investasinya di Indonesia. Misalnya aturan yang tumpang tindih dan tidak efisien”, kata Vincent.

Selain itu ada juga persoalan infrastruktur yang harus segera dibenahi, agar investor makin berminat menanamkan investasinya di Indonesia.

Vincent memuji demokrasi Indonesia yang sudah mengalami kemajuan pesat bahkan melebihi negara-negara lain di Asean. Sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam.

Menanggapi masukan tamunya, ketum umum PKB ini mengatakan, demokrasi langsung yang ada di Indonesia adalah sistem demokrasi yang membutuhkan biaya tinggi. Karena itu, saat ini banyak pihak yang tengah mengkaji ulang sistem demokrasi di Indonesia.

“Dengan sistem demokrasi seperti sekarang, program kerja pemerintah ditentukan visi misi presiden terpilihlah saat kampanye. Sehingga dikhawatirkan tidak ada kesinambungan antara satu presiden dengan presiden selanjutnya,” kata Muhaimin.

Karena itu, saat ini MPR tengah mengkaji kemungkinan untuk melahirkan kembali haluan pembangunan negara, seperti GHBN pada era pemerintahan orde lama.

Reporter: Ervan Bayu

Editor: Anthony Djafar 

Ervan
11-04-2018 19:30