Main Menu

Bertemu Pimpinan Muhammadiyah, Airlangga: Silaturahmi Bahas Masalah Kebangsaan

Anthony Djafar
12-04-2018 13:48

Ketua umum Golkar Airlangga Hartarto Bertemu dengan pimpinan Pusat Muhammadiyah (GATRA/Anthony Djafar/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Ketua umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan pertemuan pengurus Golkar dengan pengurus Muhammadiyah merupakan pertemuan silaturahmi.


"Kami banyak membahas persoalan-persoalan khususnya persoalan kebangsaan dan kesamaan aspirasi pejuangan partai Golkar dan aspirasi PP Muhammadiyah," kata Airlangga usai pertemuan di gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/4).

Airlangga mengatakan bahwa sebenarnya partai Golkar tidak asing lagi dengan Muhammadiyah karena salah satu organisasi kemasyarakatan dimana sejak awal berdirinya masih Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar, banyak tokoh-tokoh pendirinya berasal dari Muhammadiyah.

"Karena itu sampai hari ini hubungan Golkar-Muhammadiyah terus berlangsung baik dari mulai kader hingga pengurus banyak dari Muhammadiyah. Tentunya ke depan program pemerintah yang didorong presiden adalah pengembangan SDM. Ini juga merupakan perjuangan Ormas PP Muhammadiyah bersama Golkar bagaimana memperkuat pendidikan," katanya.

Menurut Airlangga, baik program muhammdiyah maupun Golkar akan disingkronkan terutama dalam kebijakan publik di DPR. Juga bagaimana disingkronisasikan dan kerjasama vokasi khusus di perindistrian dengan Muhammadiyah.

Soal banyak dari kalangan Muhammadiyah yang mendukung Golkar, Airlangga mengucapkan terima kasih.

"Kita berterima kasih. Apa yang disampaikan sebagian kader dan tokoh Muhammadiyah disalurkan ke partai Golkar. Tadi juga disampaikan bahwa partai Golkar menyerap aspirasi dalam kebijakan publik. Bahkan Golkar mengajak ke depan dan bersama-sama dengan Muhammdiyah yang mempunyai Road Map menuju Indonesia berkemajuan tahun 2025. Partai Golkar menyusun visi kebangsaan 2045. Kami bersama Muhammdiyah saling melengkapi visi dalam menghadapi era digitalisasi," katanya.

Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut baik kedatangan ketua umum partai Golkar bersama seluruh pengurus Golkar.

"Kami berharap Golkar yang merupakan salah satu partai politik dapat menjembatani visi dan misi dari Muhammadiyah. Inti bagaimana cita-cita Muhammadiyah menjadikan Indonesia maju dan berkemakmuran," katanya.

Adapun Abdul Mu'ti yang juga ketua PP Muhammadiyah mengakui bahwa tokoh-tokoh dan pengurus Golkar itu banyak berasal dari Muhammadiyah.

"Afiliasi warga Muhammadiyah itu yang paling banyak di Golkar kemudian PAN dan PDIP dan itu realitas partai politik. Namun Muhammadiyah tetap akan netral. Muhammadiyah rumah besar apapun partai politiknya," katanya.

Abdul Mu'ti mengatakan bahwa Muhammadiyah tetap menginginkan agar dalam kontestasi Pilpres mendatang, tidak ada calon tunggal.

"Jangan ada calon tunggal (capres). Memilih presiden itu tentu harus punya kapabilitas, integritas, moral dan kebangsaan. Dapat dipercaya dengan melihat track record baik pribadi maupun sebagai pemimpin yang melayani serta mengetahui persoalan yang terjadi di masyarakat," katanya.

Turut hadir mendampingi ketua Umum Airlangga Hartarto, Sekjen DPP partai Golkar Lodewijk Paulus, Happy Bone Zulkarnain, Agus Gumiwang Kartasasmita, Ace Hasan Sadzily, Rizal Mallarangeng.

Sedangkan dari PP Muhammadiyah diantaranya Busyro Mukoddas, Abdul Mu'ti, Hajriyanto Thohari, dan sejumlah pengurus lainnya.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
12-04-2018 13:48