Main Menu

Sekjen PPP; Tidak Mudah Boyong Suara PPP ke PBB

Wem Fernandez
17-04-2018 14:26

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Asrul Sani (ANTARA/Reno Esnir/yus4)

Jakarta, Gatra.com- Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menanggapi santai keputusan beberapa kader yang khitah ke Partai Bulan Bintang (PBB). Beberapa nama yang pindah yaitu Waketum PPP kubu Romahurmuziy, Tamam Achda, mantan sekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani dan Anwar Sanusi.

 


“PPP hormati hak setiap orang untuk pindah partai, termasuk orang-rang yang sebelumnya merupakan kader.  Bagi kami yang menjadi pengurus yang penting kewajiban untuk menawarkan kepada mantan kader untuk ikut mengurus dan membesarkan PPP telah dilakukan, “ jelas Asul saat dihubungi, Selasa, (17/4). 

 


Bagi politisi yang duduk di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini, pindah ke partai lain bukanlah hal yang luar biasa karena dialami oleh hampir semua partai politik di Indonesia.

 


“Soal alasan-alasan yang mereka sampaikan bagi kami biar menarik simpatik saja. Mereka kan politisi, jadi melakukan move perlu alasan yang diperkirakan akan menarik perhatian,” terang Arsul. 

 


Hanya saja, bagi Arsul, pindah ke partai lain bukan berarti dengan mudah membawa gerbong suara PPP pindah ke PBB. Meski tidak setuju dengan kebijakan pimpinan pusat (DPP PPP), kader PPP tetap menjaga soliditas. “Apalagi ke partai yang juga belum jelas prospeknya akan lolos ambang batas parlemen (parliamrntary treshold) atau tidak. Tentu para pemilih juga akan berpikir untuk tidak memilih partai yang sdh dua kali pemilu tidak lolos dan bahkan suaranya cenderung menurun dari pemilu ke pemilu,” tegasnya. 

 


Selain kader PPP, politisi senior PAN Djoko Edi Abdurrahman juga pindah ke partai besutan Yusril Ihza Mahendra tersebut. Ahmad Yani menyebutkan, kepindahannya bukan dipicu sakit hati terhadap arah kepemimpinan PPP Romahurmuziy ataupun kepemimpinan Djan Faridz.

 


"Kita melihat PPP Khittah ini paradigmanya sama dengan PBB. PBB ini merupakan rumah besarnya umat Islam. Kami merasa cocok dengan PBB," kata mantan anggota Komisi III DPR ini, Senin (16/4), kemarin. 


 
Reporter : Wem Fernandez  

Editor : Bernadetta Febriana

 

Wem Fernandez
17-04-2018 14:26