Main Menu

Presiden Pastikan Bandara Kertajati Bisa Uji Coba Bulan Depan

Ervan
17-04-2018 21:46

Presiden Joko Widodo sore ini meninjau proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.(Biro Pres/re1)

Jakarta, Gatra.com - Setelah meninjau proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Presiden Joko Widodo memastikan bahwa bandara itu sudah bisa diuji coba pada bulan Mei 2018 nanti.

"Nanti akan kita lihat apakah masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki di sini. Airport Kertajati yang bisa menampung kurang lebih 5,6 juta penumpang (tahap pertama) ini merupakan airport terbesar setelah Soekarno-Hatta," ujar Presiden setelah peninjauan pada Selasa (17/4). Menurutnya, sejauh ini pembangunan bandara tersebut sudah berjalan dengan baik dan dikerjakan sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam kurun waktu dua tahun sejak pemancangan, bandara tersebut diperkirakan dapat mulai diuji coba pada Mei mendatang.

Bandara yang dibangun di atas lahan seluas 1.800 hektare itu memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.500x60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000x60 meter. Ke depannya, pemerintah juga akan mengembangkan bandara dan kawasan sekitarnya hingga terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti kereta api yang langsung menuju ke bandara tersebut. "Ini juga nanti akan dikoneksikan dengan tol. Bisa masuk ke Cipali," tutur Presiden.

Selain itu, Presiden mengatakan, Bandara Kertajati ini nantinya juga akan menjadi bandara keberangkatan jemaah haji yang rencananya akan dimulai pada musim haji tahun ini. "Tadi saya tanya ke Angkasa Pura siap, ke Garuda juga siap. Arus mudik juga sudah dipakai," ucapnya.

Lebih lanjut, dari pembangunan yang dilakukan ini, Presiden Joko Widodo mengapresiasi skema pendanaan dan kerja sama yang dilakukan antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta. Presiden berharap skema kerja sama ini juga dapat dilakukan di dalam pembangunan-pembangunan lainnya.

"Yang saya senang, ini merupakan kerja sama pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, dan swasta. Ini bisa bergabung dan pengerjaannya cepat sekali. Kita ini mencari model-model bisnis yang mempercepat pembiayaan agar infrastruktur cepat diselesaikan," ujarnya.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan ini antara lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Majalengka Sutrisno.

 


Reporter: Ervan Bayu

Editor     : Cavin R. Manuputty

 

 

Ervan
17-04-2018 21:46