Main Menu

Kebijakan Pemerintah pada Industri Kakao Berdampak Positif

Rohmat Haryadi
18-04-2018 05:34

Kiri ke Kanan: Petrus Gandamana, Susanna S. Solichin, presiden direktur PT Gandum Mas Kencana,Sonny Satari, Ketua Asosiasi Pengusaha Industri Kakao dan Cokelat Indonesia, Adi Kwok, direktur dari Francis Artisan Bakery, dan Irvan Helmi, co-owner dari Pipiltin Cocoa dan Founder dari Anomali Coffee (Istimewa)

Jakarta, Gatra.com – Konsumsi cokelat di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu 0,4% dari konsumsi cokelat dunia. Hal ini diungkapkan Petrus Gandamana, praktisi kuliner sekaligus pimred media kuliner Bareca Magazine saat acara Bareca Appreciation Night di Jakarta, 16 April 2018.



Dalam acara yang dihadiri para pelaku usaha kuliner berbahan cokelat, peneliti cokelat, asosiasi chef Indonesia serta industry pengolahan cokelat disampaikan bahwa cokelat yang nama latinnya adalah Theobroma cacao, merupakan salah satu andalan Indonesia dalam menghasilkan devisa negara. Hal ini karena Indonesia adalah produsen biji kakao nomor tiga terbesar di dunia setelah Pantai Gading, dan Ghana.

 

Beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, dalam memajukan industri hilir di dalam negeri, terbukti membawa hasil positif dalam pengembangan Industri Kakao Indonesia. Salah satunya dengan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Kakao dan Cokelat, demi menjaga kualitas Kakao dan Cokelat Indonesia yang beredar di dalam negeri.

 

Produk akhir dari kakao berupa makanan dan minuman cokelat yang disukai seluruh kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa, banyak dijumpai di pasaran. Artinya bahwa sektor kakao mengalami kebangkitan yang mulai menghasilkan industri-industri kecil yang memproduksi cokelat yang dibuat semenarik mungkin.

 

Namun, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu kendala. Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana industri kakao dapat berjalan, tanpa adanya ketersediaan bahan baku, yaitu biji kakao? Hal ini tentu dapat membuat peluang bagi industri-industri kecil untuk berkembang menjadi terhambat. Inilah salah satu tantangan yang kerap dihadapi. Petani kakao pun harus bisa melakukan regenerasi; bagaimana menarik minat anak-anak muda untuk terjun di perkebunan kakao, sehingga kakao Indonesia bisa terus maju baik di dalam negeri sendiri maupun di mata dunia.

 

Selaku salah satu industri pengolahan cokelat yaitu PT Gandum Mas Kencana, yang selama lebih dari 30 tahun mengolah berbagai bentuk cokelat olahan untuk digunakan di industri makanan seperti bakery, pastry, confectionery, restauran, café, katering dan industri food service pada umumnya, menaruh perhatian khusus atas berkembangannya apresiasi masyarakat terhadap cokelat produksi Indonesia.

 

Sebagai produsen cokelat dengan merek Colatta dan Bendico, sedari semula PT Gandum Mas Kencana mempunyai visi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggannya melaui kegiatan-kegiatan edukatif dan inovatif termasuk membantu sebagai sponsor dalam penerbitan buku Chocolate : From Cacao Bean to Bar, The Indonesian Heritage Treasure.

 

Kehadiran buku Chocolate : From Cacao Bean to Bar, The Indonesian Heritage Treasure, diharapkan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia dalam meningkatkan konsumsi cokelat. Kepada perusahaan-perusahaan produsen makanan berbasis cokelat di dalam negeri yang menghasilkan produk berkualitas tinggi serta kepada para insan pengajar produk makanan yang memakai cokelat, selayaknya diberikan semangat dan dukungan melalui pemberian Bareca Award, yang dilaksanakan oleh Bareca Media di awal tahun 2018 ini. Semoga industri cokelat dan kakao Indonesia semakin maju dan sukses.

 

“Kami berharap kami dapat mendorong pertumbuhan bisnis cokelat di Indonesia. Dan kami berharap dengan acara ini serta diluncurkan buku ini dapat memberikan semangat para insan cokelat di Indonesia,” ujar Susanna S Solichin, President Director PT Gandum Mas Kencana.


Editor: Rohmat Haryadi

 

Rohmat Haryadi
18-04-2018 05:34