Main Menu

Mahyudin : Tantangan Bangsa Indonesia adalah Penjajahan Model Baru

Ervan
19-04-2018 19:26

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, tantangan bangsa Indonesia adalah penjajahan model baru. (Dok.Humas MPR/RT)

Gresik, Gatra.com - Indonesia adalah negara besar. Dari sisi geografis sangat luas dan memiliki penduduk yang banyak. Tapi, negara sebesar Indonesia memiliki sejarah kelam yang telah dijajah sangat lama oleh bangsa kecil dari sisi jumlah penduduk dan luas wilayah yakni Belanda.

 

Mengapa negara tersebut bisa menjajah bangsa Indonesia? Hanya satu kuncinya yakni siasat devide et impera atau siasat pecah belah atau adu domba. Menurut Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, siasat pecah belah itu masih ada hingga sekarang, namun dalam bentuk lain. "Kalau dulu pecah belah secara fisik, sekarang pecah belah secara ekonomi dan politik," kata Mahyudin di hadapan sekitar ribuan kader DPD Golkar Kabupaten Gresik dan masyarakat umum dalam acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Resto Joyo Hartono, Gresik, Jawa Timur, Kamis (19/4).

 

Lebih jauh, Mahyudin mengatakan bahwa potensi penjajahan model baru dengan metode lama tersebut mesti diwaspadai oleh seluruh rakyat Indonesia. Kekuatan yang mempersatukan bangsa yang beragam antara lain gotong royong, toleransi dan saling menghormati dibenturkan dengan munculnya ego sektoral, ego kedaerahan dan ego agama, fanatisme SARA yang berlebihan. Sehingga menyepelekan yang lain membuat ikatan persatuan akan goyah dan lama kelamaan hancur.

 

"Itulah salah satu tantangan bangsa yang luar biasa berat, bagaimana tetap bersatu di tengah gempuran dan serbuan fitnah serta adu domba apalagi memasuki tahun politik 2018 dan 2019," ucap Mahyudin.

 

Untuk itulah, ia berpesan kepada peserta kader Golkar juga secara umum kepada seluruh kader-kader parpol, raihlah kemenangan dalam pilkada dan pileg tapi hindarilah isu SARA. "Jangan sampai memperoleh kemenangan tapi meninggalkan kehancuran dan merusak persatuan bangsa," tandas Pimpinan MPR asal Kalimantan Timur ini.


 

Reporter : Ervan Bayu

Editor : Gandhi Achmad 

 

 

Ervan
19-04-2018 19:26