Main Menu

44% Sampah Plastik di Bali Mencemari Lingkungan

Abdul Rozak
24-04-2018 17:19

Sampah plastik (ANTARA/Wira Suryantala/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Produksi sampah plastik di Pulau Bali mencapai 268 ton setiap harinya. Sangat disayangkan dari angka tersebut sebanyak 44,5% sampah plastik mencemari lingkungan atau tidak diolah.

 

Berdasarkan penelitian Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Danone - Aqua, 29,4% sampah plastik di Bali yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Penelitian dilakukan tahun 2017 lalu.

"Sebanyak 44,5% sampah plastik belum diolah dan justru mencemari lingkungan. Mulai dari sungai, bisa jadi sampai ke laut," kata ahli sampah ITB Enri Damanhuri dalam diskusi Kopi Sore Danone - Aqua di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).

Sementara itu, produksi sampah di pulau Bali kurang lebih 2.000 ton per hari. Pulau dengan julukan Pulau Dewata ini memiliki delapan TPA, antara lain Mandung, Bangil, Peh, Bengkala, Linggasana, Temesi dan lainnya.

Dari 268 ton sampah plastik Pulau Bali, sebanyak 26,1% yang didaur ulang atau recycling. Sampah plastik dikumpulkan oleh kolektor formal dan informal untuk didaur ulang di Pulau Jawa.

"Sampah plastik di Pulau Bali yang di-recycling semuanya dilakukan di Jawa, terutama Jawa Timur. Ini tantangan buat Pulau Bali sebagai daerah tujuan wisata ternama, bagaimana mengelola sampah, terutama plastik," sambung Guru Besar bidang lingkungan hidup tersebut.


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

Abdul Rozak
24-04-2018 17:19