Main Menu

Bamsoet: Gejolak Rupiah Harus Berakhir Sebelum Ramadan

Ervan
25-04-2018 15:24

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Antara/Yudhi Mahatma/RT)

Jakarta, Gatra.com- Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar data Bank Indonesia (BI), kurs USD mendekati angka Rp 14.000 atau persisnya Rp 13.970.


Bamsoet mengatakan, Kementerian Keuangan dan BI harus punya langkah-langkah antisipatif demi menjaga stabilitas rupiah agar tetap normal. Menurutnya, berbagai aspek yang memengaruhi kurs rupiah harus terus dipantau. 

“Mengingat stabilitas nilai tukar menjadi suatu hal yang penting, terutama karena akan ada peningkatan konsumsi kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadan,” kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (25/4).

Selain itu, Bamsoet juga meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN untuk terus melakukan efisiensi di tengah pelemahan rupiah saat ini.

Dia mengharapkan pelemahan nilai tukar rupiah tak berimbas kepada kenaikan tarif dasar listrik.

“Karena pemerintah sudah berjanji bahwa tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan hingga 2019,” katanya. 

Bamsoet juga punya saran ke pemerintah untuk mengangkat kurs rupiah. Dia mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera memberikan insentif ekspor. 

“Tujuannya untuk mendapatkan surplus perdagangan serta mengurangi neraca keseimbangan primer negatif,” katanya. 

Saran lain, kata Bamsoet adalah memacu kinerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam menarik investasi.

Menurutnya, BKPM harus proaktif melakukan hubungan kerja sama bilateral dan multilateral dengan negara-negara maju serta mengundang para pengusaha untuk dapat menanamkan modalnya di Indonesia. 

“Ini demi meningkatkan investasi,” ujarnya.

Reporter: Ervan Bayu

Editor: Anthony Djafar 

 

 

Ervan
25-04-2018 15:24