Main Menu

PDIP : Menteri BUMN Abaikan Perintah Presiden

Abdul Rozak
29-04-2018 11:22

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (GATRA/Rifki M Irsyad/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Rekaman percakapan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN (Persero) tersebar di media sosial (medsos). Pecakapan itu berisi 'bagi-bagi fee' investasi proyek energi penyediaan energi antara PLN dan Pertamina.

 

PDI Perjuangan (PDIP) menilai rekaman tersebut bukti Rini Seomarno mencederai pemerintahan Jokowi. Dalam percakapan itu muncul dua nama saudara kandung Rini yaitu Ari Soemarno.

 

"Pak Jokowi ketika mempersiapkan pembentukan kabinet dia mengatakan seluruh menteri harus bekerja keras untuk kepentingan bangsa dan negara, tidak boleh ada campur tangan keluarga. Harusnya itu dipatuhi," ungkap Sekertaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta Barat, Minggu (29/4).

 

Hasto mengingatkan Rini Soemadno agar BUMN menjadi perusahaan plat merah yang profesional. Tidak boleh ada nepotisme dan melibatkan kolega dalam BUMN.

 

"Ketika di rekaman disebutkan nama keluarga beliau tentu saja ini bagi kami tidak sesuai perintah Presiden," pungkas Hasto usai membuka Try Out SMBPTN PDIP.

 

Keaslian rekaman percakapan Rini dan Sofyan Basir telah dibantah Kementerian BUMN. Rekaman tersebut tidak lagi utuh atau telah diedit.

 

Sekertaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro akan mengambil upaya hukum untuk mengungkap pembuat serta penyebar informasi menyesatkan terkait rekaman itu. Pecakapan itu dilakukan pada tahun 2017.

 


Reporter: Abdul Rozak

Editor : Birny Birdieni

Abdul Rozak
29-04-2018 11:22