Main Menu

Ini Kata PDIP Saat Sri Mulyani Ditantang Debat oleh Rizal Ramli

Abdul Rozak
29-04-2018 13:05

Pengamat ekonomi Rizal Ramli. (GATRA/Rifki M. Irsyad/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menantang Menteri Keuangan Sri Mulyani debat terbuka soal utang Indonesia. Tantangan itu disampaikan setelah Presiden Joko Widodo membuka pintu untuk debat bagi siapa saja dengan Menteri Keuangan.


Menanggapi tantangan itu, PDI Perjuangan (PDIP) tidak berkomentar banyak. Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, seseorang yang pandai berdebat tidak berarti layak menjadi seorang pemimpin.

"Jadi pemimpin bukan dilihat dari pinter atau tidaknya bicara. Pemimpin itu kerja di bawah, membangun harapan untuk bangsa," kata Hasto di Jakarta Barat, Minggu (29/4).

Menurut Hasto tidak semua orang yang pantai bererotika layak diangkat sebagai pemimpin karena menjadi pemimpin itu kehendak rakyat. 

"Jangan orang pinter berpidato kemudian langsung menjadi pemimpin, tidak. Menjadi pemimpin itu rakyat yang mengakui," kata Hasto.  

Seperti diketahui, Rizal Ramli kerap mengkritik Sri Mulyani soal utang Indonesia yang mencapai Rp 4.034 trilyun lebih. Rizal kemudian menantang Sri Mulyani berdebat. Rizal mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2019 untuk menantang incumbent Joko Widodo.

Rizal menyebut Menkeu Sri Mulyani tidak kreatif mencari dana pembangunan dan hanya mendapatkan dana dari pinjaman utang. Akibatnya, utang terus membengkak dan sudah ada di zona kuning (hati-hati).

Reporter: Abdul Rozak

Editor: Anthony Djafar

Abdul Rozak
29-04-2018 13:05