Main Menu

Wapres JK Menerima Kunjungan Grand Syeikh Al-Azhar

Anthony Djafar
01-05-2018 06:40

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan ulama Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Mohamed Ahmed Altayeb. (Dok. Setwapres/FT02)

Jakarta, Gatra.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan ulama kondang Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Mohamed Ahmed Altayeb ketika bertamu ke kediamannya, pada Senin malam (30/4).


Wapres Jusuf Kalla tampak tersenyum begitu bertemu dengan imam masjid Al-Azhar saat tiba di rumahnya. Wapres langsung menebar salam, “Assalamu Alaikum,” kata Wapres disambut salam, “Waalaikumussalam”.

Keduanya pun saling cipika-cipiki dan berjabat tangan, kemudian disusul Ketua MUI Ma'aruf Amin, Wakil Ketua Dewan Masjid Komjen Pol Syafruddin, Utusan Khusus Presiden RI Untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Din Syamsuddin serta ulama Quraish Shihab.

Wapres kemudian mempersilakan Grand Syeikh Al-Azhar dan rombongannya menuju ke ruang tamu. Setelah berbincang sesaat, Wapres kemudian mempersilakan tamunya ke ruangan makan sambil santap malam bersama.

Disela-sela acara, Wapres mengungkapkan kegembiraan dan rasa terima kasih pemerintah Indonesia dengan kedatangan Prof. Dr. Ahmed Mohamed Ahmed Altayeb dan rombongannya ke Indonesia.

Menurut Wapres kunjungan ulama kondang Grand Syeikh Al-Azhar ini sekaligus ingin menghadiri kegiatan High Level Consultation of World Muslim Scholars On Wasatiyyat Islam (HLC-WMS) yang dilaksakanakan di Bogor pada 1-3 Mei.

“Kami berharap dapat terjalin kerjasama yang lebih erat antara pemerintah Indonesia dengan Al-Azhar, pemerintah Mesir," kata Kalla.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Masjid, Komjen Pol Syafruddin mengatakan kerjasama antara Indonesia dan Mesir selama ini berlangsung baik dan perlu terus ditingkatkan apalagi Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan negara Republik Indonesia.

“Ucapana terima kasih Wakil Presiden Indonesia kepada Grand Syeikh Al-Azhar karena banyak membantu pemerintah Indonesia dengan menerima mahasiswa-mahasiswa untuk belajar di Mesir dan itu mewarnai kehidupan Islam yang moderat dan penuh toleransi di Indonesia,” katanya.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
01-05-2018 06:40