Main Menu

Kunjungan Grand Syaikh Al Azhar Kokohkan Moderatnya Islam di Indonesia

Mukhlison Sri Widodo
01-05-2018 22:35

Kunjungan Grand Syaikh Al Azhar Ahmad M al Thayyib di Solo, Jawa Tengah. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Solo, Gatra.com - Grand Syaikh Al Azhar Ahmad M al Thayyib menggelar silaturahmi dengan alumni Al Azhar yang tergabung di Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia, di Solo, Selasa (1/5) malam. 

 

Kunjungannya menguatkan moderatnya Islam di Indonesia yang sesuai dengan ajaran Islam wasatiyah atau Islam jalan tengah dari Al Azhar.

Ketua OIAA Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi mengatakan acara ini untuk mengangkat kembali pandangan wasatiyat Islam yang menjadi ajaran Al Azhar. Wasatiyat menekankan jalan tengah dan pendekatan moderat dalam berislam.

"Acara ini penting untuk penguatan moderasi Islam. Apalagi Indonesia sekarang jadi pusat perhatian ketika negara-negara Arab pecah dan tenggelam dalam perang saudara," kata dia.

Menurut dia, eksperimen keislaman Indonesia sangat menarik. Keragamannya luar biasa tapi menyatu sebagai satu bangsa. Itulah alasan kunjungan Grand Syaikh Al Azhar bertandang ke Indonesia.

"Beliau ingin mengingatkan khazanah keislaman Indonesia harus diperkuat. Negara ini mayoritas muslim tapi mampu mempertahankan keutuhan bangsa. Indonesia harus menjadi contoh Islam yang rahmatan lil alamin, " kata dia.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan pertemuan Grand Syaikh dengan alumni Al Azhar di Indonesia sebagai ajang tukar pikiran. 

Setelah bertemu presiden dan membuka Konferensi Tingkat Tinggi ulama di Bogor, Syaikh juga akan berbicara di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Pondok Pesantren Gontor.

"Ini rangkaian upaya Indonesia dalam mengembangkan Islam wasatiyah yang moderat dan semakin diperlukan secara proaktif dalam menata peradaban dunia di tengah tantangan global," kata Lukman.

Grand Syaikh Al Azhar Al Thayyib adalah tokoh muslim paling berpengaruh di dunia pada 2018. Dia berada di urutan nomor satu dalam rilis dari The Royal Islamic Strategis Studies Centre atau Pusat Studi Strategis Kerajaan Islam (Lembaga peneliti independen) yang berafiliasi dengan Pemikiran Islam Royal Aal al-Bayt.

Dalam daftar sosok Muslim berpengaruh ini, dari Indonesia ada nama Presiden Joko Widodo di nomor 16, Ketua PBNU Said Agil Siradj di peringkat 20, dan Habib Luthfi Yahya untuk posisi 41.

Universitas Al Azhar Kairo Mesir melalui alumni-alumninya menyatakan memiliki komitmen untuk menebarkan semangat dan nilai nilai moderasi Islam ke seluruh penjuru dunia.

Misi moderasi Islam di Indonesia akan menjadi semangat dakwah alumni Universitas Al Azhar di Indonesia yang berjumlah sekitar 30 ribu orang dan tersebar di berbagai bidang. 

Selain kehadiran Grand Syaikh, datang pula sejumlah alim ulama dari berbagai organisasi keislaman, termasuk NU dan Muhammadiyah, antara lain Quraish Shihab dan Farid Wajdi untuk menjadi pembicara dalam diskusi "halaqah kebangsaan".


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
01-05-2018 22:35