Main Menu

Kapolda: Aksi Rusuh di UIN Jogja Terencana

Mukhlison Sri Widodo
02-05-2018 14:59

Barang bukti dari aksi unjuk rasa yang berhasil diamankan (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Kapolda Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta Brigjen Ahmad Dofiri mengatakan aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh di pertigaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga telah direncanakan dan disiapkan dengan matang. 

 

Tiga mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka dan akan bertambah.

“Kami nyatakan dengan tegas, aksi Selasa sore kemarin sudah dipersiapkan dan tidak dilaporkan ke kepolisian serta kampus UIN. Mereka mendompleng aksi peringatan hari buruh yang berjalan aman di beberapa titik di DI Yogyakarta,” kata Kapolda di Mapolda DI Yogyakarta, Rabu (2/5).

Dari aksi ini disita barang bukti berupa 45 bom molotov dari berbagai jenis botol, empat kantong plastik berisi solar, pilox, lima mercon, sepuluh batu, dan berbagai macam tulisan protes.

Kapolda menilai salah satu tulisan yang dicoret di dinding dan memancing emosi masyarakat DI Yogyakarta adalah ‘Bunuh Sultan’.

Dari 69 orang yang ditangkap Polda hingga Rabu pagi, tiga mahasiswa berinisial AR, IB, dan MC ditetapkan sebagai tersangka. MC adalah kordinator umum aksi. 

Mereka diancam pasal berlapis KUHP dari 160, 180, dan 460 dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

“Kemungkinan tersangka akan bisa bertambah. Saat ini proses penyelidikan terus kita lakukan dan dipastikan kepolisian akan menuntaskan kasus ini. Bahkan jika terbukti didanai, kita akan kejar siapa yang menyokong dananya,” lanjut Kapolda.

Direktur Direskrim Tindak Pidana Umum (Ditreskrimum) Kombes Hadi Utomo kepada wartawan di tempat yang sama menyatakan selain tiga tersangka yang ditetapkan, Polda juga menangkap satu pelaku berinisal BC yang terbukti mengkonsumsi sabu, ganja, dan ekstasi.

“BC kami tangkap bersama dengan 69 orang lain. Kami pastikan, tersangka akan bertambah karena kami sudah menandai 10 orang yang terekam video. Kami minta mereka menyerahkan diri atau kami tangkap,” katanya.

Mengenai tiga tersangka yang sudah ditahan, Hadi menjelaskan mereka berasal dari dua kampus di Yogyakarta dan akan dilakukan pemeriksaan ulang apakah mereka masih aktif kuliah atau tidak.

Hadi juga mengatakan untuk penetapan tersangka ini, kepolisian menggunakan penyelidikan model A yakni proses pemeriksaan tidak memerlukan laporan dari masyarakat.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
02-05-2018 14:59