Main Menu

Penyelidikan Usai, Polisi Tetapkan 12 Tersangka Rusuh Jogja

Mukhlison Sri Widodo
04-05-2018 00:22

Konferensi Pers barang bukti aksi demo pada peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu di MaPolda DI Yogyakarta. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Polda Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta  menetapkan 12 orang sebagai tersangka aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh di pertigaan UIN Sunan Kalijaga saat Hari Buruh.

 

Empat tersangka tidak ditahan dan ditargetkan Kamis pekan depan berkas perkara diserahkan ke Kejaksaan Tinggi. Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kombes Pol Hadi Utomo menjelaskan tambahan tersangka ini berdasarkan tindak lanjut penyidikan terhadap 69 orang yang ditangkap.

 

“Delapan tersangka berinisial AM adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma; MC, MI, WAP, ZW, dan AMH dari UIN Sunan Kalijaga; EA dari Universitas Mercubuana dan BV yang berprofesi sebagai tukang sablon” kata Direskrimum di Markas Polda DI Yogyakarta, Kamis (3/5).

 

Dari pemeriksaan lebih lanjut, MC diketahui sebagai koordinator lapangan yang mengorganisasi demonstrasi. Kepolisian menangkap BV karena terbukti menggunakan narkoba dan dari proses penyidikan ternyata turut berperan dalam aksi anarkistis. 

 

Menurut Hadi,  semua tersangka bukan berasal dari DI Yogyakarta. Karena terbukti berperan aktif dalam aksi rusuh saat unjuk rasa, kedelapan tersangka langsung ditahan dan dikenakan pasal berlapis dari mulai 160, 170, 187 dan 406 KUHP dengan ancaman bui di atas lima tahun. Sedangkan empat tersangka lain, polisi tidak menahan karena percaya mereka tidak akan melarikan diri dari proses penyidikan jika dibutuhkan. Keempat orang ini diwajibkan melapor.

 

“Dengan ditetapkannya empat tersangka tambahan ini, kami menyatakan proses penyelidikan aksi rusuh pada Selasa lalu sudah selesai. Kami targetkan pada Kamis minggu depan semua berkas penyidikan diajukan ke Kejaksaan Tinggi,” lanjut Kombes Hadi Utomo.

 

Mengenai keterlibatan kelompok lain dalam aksi itu, Ditreskrimum menyatakan polisi akan menyelidiki lebih lanjut. Kepolisian juga akan mengkonfirmasi  bank dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal ada tidaknya aliran dana pada para tersangka.

 

Namun, dari keterangan tersangka, para peserta aksi iuran secara swadaya. Kepolisian juga mencari siapa yang menuliskan ancaman ‘Bunuh Sultan’ karena tindakan itu sengaja menghasut sesuai pasal 160 KUHP.

 

Dari para tersangka, polisi menyita 45 bom molotov dari berbagai jenis botol, empat kantong plastik berisi solar, pilox, lima mercon, sepuluh batu, dan berbagai macam tulisan provokasi. Semua barang itu menjadi barang bukti. Kabid Humas Polda DI Yogyakara AKBP Yulianto meminta masyarakat melapor kepada pihak berwajib jika akan melakukan aksi di ruang publik. 

 

Kepolisian akan menindak tegas aksi yang berujung anarkistis. “Kami juga meminta tidak mempercayai berbagai informasi yang tersebar di media sosial selain dari kami. Sebab, saat ini kami menengarai ada oknum yang sengaja membuat opini ke masyarakat yang tidak sesuai fakta,” ujarnya.


 

Reporter : Arif Koes


Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
04-05-2018 00:22