Main Menu

Mafindo Ingin Lebih Banyak Media Bergabung Dalam Kolaborasi Cekfakta

Sandika Prihatnala
05-05-2018 17:05

Jumpa pers peluncuran platforma Cekfakta.com di Gran Melia Hotel, Jakarta Selatan (5/5). (GATRA/DPU/FT02)

Jakarta,Gatra.com - Bangsa Indonesia akan menghadapi Pilkada Serentak 2018, Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden secara serentak pada 2019. Memasuki tahun politik, berita dan informasi hoaks untuk menjatuhkan lawan politik mulai berseliweran pada kanal-kanal media sosial.

 

Pada Pilkada DKI 2017 lalu informasi hoaks mengancam NKRI lantaran membuat polarisasi. Oleh karena itu, Asosiasi Media Siber (AMSI) berinisiatif untuk melakukan kolaborasi bersama dengan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) meluncurkan platform Cekfakta.com. Platform ini akan digawangi oleh 22 media online nasional dan lokal.

Sekjen AMSI Wahyu Dhyatmika mengatakan dalam waktu tiga bulan ke depan situs Cekfakta.com ini akan diperhatikan perkembangannya. Masing-masing redaksi media yang sudah menandatangani MoU akan melakukan cek fakta atas hoaks yang masuk ke platform yang dibangun oleh Mafindo ini. Satu berita hoaks akan diverivikasi lebih dari satu media sehingga kerdibilitasnya menjadi lebih baik.

"Jadi tidak tertutup kemungkinan akan banyak media yang akan bergabung dalam inisiatif ini," katanya saat jumpa pers peluncuran platforma Cekfakta.com di Gran Melia Hotel, Jakarta Selatan (5/5).

Adapun media online yang sudah bergabung seperti; Tirto.id, Tempo.co, Kompas.com, BeritaSatu.com, Suara.com, Liputan6.com, Antaranews.com, Republika, KBR, Dream.co.id, Timesindonesia.co.id, Katadata, Kontan.co.id, Bisnis.com, VIVA.co.id, The Jakarta Post, RiauOnline.co.id, KabarMakassar.com hingga Beritajatim.com.

Ketua Mafindo, Septiaji Eko Nugroho berharao agar semua media yang sudah terverivikasi di Dewan Pers bergabung dengam kolaborasi ini. Sebab, Cekfakta.com ini merupakan solusi integratif. "Semakin banyak media yang ikut menggaungkan klarifikasi terhadap isu maka akan semakin meningkatkan legitimasi. Harapan kita ini akan menjadi gelombang besar yang bisa diterima," katanya.

Selain 22 media, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga ikut dalam kolaborasi ini. Ketua Umum AJI, Abdul Manan mengatakan bahwa cek fakta sangat penting untuk mendorong publik untuk ikut memerangi fake news. "Secara internal kita sebetulnya sudah berusaha mendorong wartawan memerangi fake news. Di sisi lain kita ingin publik ikut. Jadi ini kombinasi antara wartawan dan publik untuk terlibat memerangi fake news," katanya.


Laporan : DPU

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
05-05-2018 17:05