Main Menu

Ujian Masuk Universitas Tahun Depan Gunakan Gawai Android

Mukhlison Sri Widodo
08-05-2018 14:59

Irjen Kemenristek, Dikti Jamal Wiwoho. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) berencana menerapkan ujian masuk perguruan tinggi memanfaatkan gawai dengan aplikasi Android tahun. 


 

Sistem ini dinilai lebih efektif dan efisien.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenristek Dikti Jamal Wiwoho menerangkan penggunaan gawai berbasis Android ini sesuai kemajuan zaman yang berbagai hal memanfaatkan akses melalui gawai.

“Dari studi banding yang kami lakukan ke beberapa negara maju, penerapan ujian dengan Android ini lebih mudah dan efisien. Bahkan lebih murah karena tidak perlu menyediakan komputer,” kata Jamal usai meninjau pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di kampus Universitas Negeri Yogyakarta, Selasa (8/5).

Kemenristek Dikti   menggunakan ujian berbasis Android dalam proses ujicoba tahun ini. Dengan sistem yang tersentral ini, Jamal optimistis penerapan sistem ini tidak akan menemui kendala.

Meski ada rencana ujian berbasis gawai android,  ujian seleksi masuk perguruan tinggi tetap menggunakan komputer satu atau dua tahun sekali.

“Sistem Android ini juga sebagai upaya untuk menghilangkan praktek joki yang selama ini banyak ditemukan. Ujicoba tahun ini melibatkan 1.000 peserta yang mendaftarkan gawai mereka untuk bisa ujian,” ujarnya.

Selama sehari penuh, Jamal memantau pelaksanaan SBMPTN di lima perguruan tinggi negeri di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Pada Rabu (9/5), ujian keterampilan akan dipantau di dua kampus.

Tahun ini Panitia Lokal (P 46 DI Yogyakarta menerima pendaftaran 43.824 peserta SBMPT. Peserta akan terbagi dalam dua sistem ujian yaitu ujian tertulis berbasis cetak dengan 41.979 peserta dan ujian tertulis berbasis komputer dengan 1.845 peserta.

“Dari total peserta SBMPTN, perguruan tinggi negeri akan mengambil 30 persen. Kemudian dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 30 persen dan seleksi mandiri sebanyak 40 persen,” kata Rektor UNY Sutrisna Wibawa.

Sementara untuk seleksi mandiri yang dilaksanakan pada Rabu dan Kamis diikuti 5.942 peserta dan terbagi di dua kampus. Sebanyak 2.728 peserta berebut masuk di UNY dan 3.214 akan melaksanakan ujian keterampilan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
08-05-2018 14:59