Main Menu

Setelah Erupsi Merapi, Warga Diminta Percayakan Penanganan pada Petugas

Mukhlison Sri Widodo
11-05-2018 15:01

Gunung Merapi meletus. (ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Gunung Merapi meletus pagi ini. Warga di kawasan terdampak bencana diharapkan tetap tenang dan mempercayakan penanganan pada petugas dan badan berwenang terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

 

"Warga diharapkan tenang, ikuti prosedur penanganan bencana agar semua selamat. Kita juga minta seluruh komponen bekerja optimal membantu warga terdampak bencana," kata Eko Suwanto,  Ketua Komisi A DPRD DIY,  Jumat (11/5). 

Ia berharap, seluruh komponen yang terlibat penanganan bencana bisa mengantisipasi dampak pasca-erupsi freatik. 

Eko mengatakan sesuai catatan Pusdalops PB DIY, pengungsi di barak Purwobinangun kuranglebih 190 jiwa.

"Kita harapkan semua tidak perlu panik.  Percayalah, ada petugas dan relawan di lapangan yang siap membantu," kata Eko.

Gubernur Jawa Tengah nonaktif Ganjar Pranowo juga berkoordinasi dengan BPBD Jateng terkait situasi terkini Gunung Merapi yang juga mencakup wilayah Kabupaten Magelang, Jateng.

Ganjar meminta BPBD di sekitar Merapi untuk siaga dan melakukan tindakan awal penanggulangan bencana. 

"Saya sempat komunikasi ke BPBD dan Sekda (Jateng), kami minta harus siaga penuh. Agar kalau terjadi hal tidak kita inginkan, warga sudah aman. Kita yang di Jateng standby, mudah-mudahan arah angin ke atas saja," kata dia di Sragen, via rilisnya.

Ia juga mendapat informasi bahwa sejumlah warga sudah dievakuasi. Ganjar meminta para pendaki yang masih ada di sekitar Merapi segera dijemput. 

Biasanya, kata dia, para pendaki sudah mendapat briefing di pos pendakian sehingga tahu harus segera turun bila kondisi gunung mendadak berbahaya.

"Apalagi kalau dia (pendaki) berada di Pasar Bubrah, ini kan kondisinya berarti ke arah selatan timur ya, ke arah Yogya. Semoga bisa segera turun ke arah Selo, Boyolali," imbuhnya. 

Mengantisipasi situasi ke depan, ia yakin BPBD sudah siap. Persiapan penanggulangan bencana di Jateng telah memiliki sistem yang saling berkaitan antardaerah. 

"Kami siapkan masyarakat terdekat, satu, tempat evakuasinya. Kedua, early warning systemnya. Yang ketiga, manajemen logistiknya. Tentu yang paling penting adalah memberikan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi sehingga kalau terjadi kegempaan seperti ini harus lari ke mana," paparnya.

Menurut Ganjar, warga di sekitar Merapi dan Magelang telah memiliki sistem sister family, yakni keluarga di zona aman yang menjadi lokasi jujugan ketika terjadi situasi buruk. 

"Kalau di Merapi atau di Magelang mereka punya sister family. Jadi keluarga kembar kalau terjadi apa-apa mereka akan lari ke keluarga itu. Dia sudah tahu bahwa mitranya keluarga si A dengan B, C dengan D.  Tinggal latihannya yang terus menerus sehingga bisa cepat," ujarnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
11-05-2018 15:01