Main Menu

Tiga Negara Deklarasi Ulama Trilateral untuk Perdamaian

Anthony Djafar
12-05-2018 10:02

 Wapres JK menutup Konferensi Ulama Trilateral Afghanistan, Indonesia dan Pakistan, di Istana Bogor.  (dok/Setwapres/ton). 

Bogor, Gatra.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengungkapkan pentingnya peran ulama sebagai pewaris nabi “warasatul anbiya”, untuk terus mempromosikan nilai-nilai universal Islam sebagai pembawa rahmat semesta alam.


“Saat ini kita hidup di masa di mana kita tidak dapat mendengarkan perintah nabi secara langsung. Maka umat Islam akan mendengarkan ulama karena al-'ulama warasatul anbiya, ulama adalah pewaris para nabi,” kata menutup Konferensi Ulama Trilateral Afghanistan, Indonesia dan Pakistan, di Istana Bogor, Jumat (11/5).

Wapres juga mengatakan bahwa sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia turut merasa terpanggil untuk mengambil prakarsa dalam membantu terwujudnya perdamaian dan stabilitas di dunia Islam, termasuk di Afghanistan.

“Indonesia turut memikul tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian di negara-negara Islam,” katanya.

Wapres berharap, semua pihak hendaknya beritikad baik demi terwujudnya perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, bersemangat tidak kehilangan harapan dan tetap optimis untuk terus berupaya mewujudkan perdamaian.

“Ke depan, upaya ini tidak boleh berhenti. Ulama tiga negara ini dapat menjadi motor penggerak bagi pertemuan ulama ini yang lebih luas,” katanya.

Sebelumnya konferensi tersebut di buka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada pagi di hari ditempat yang sama.

Pertemuan ini mempertemukan setidaknya 19 ulama dari Afghanistan, 17 ulama dari Pakistan, dan 17 ulama dari Indonesia.

Konferensi dengan tema “Islam Rahmatan lil Alamin, Perdamaian dan Stabilitas di Afghanistan”, ini menghadirkan ulama terkemuka dari ketiga negara untuk bertukar gagasan dalam upaya menebar benih perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.

Pertemuan diakhiri dengan pembacaan "Deklarasi UlamaTrilateral untuk Perdamaian - Bogor" oleh ulama ketiga negara, yang pada intinya menyerukan kepada semua pihak terkait untuk memperjuangkan terwujudnya perdamaian di Afghanistan dalam semangat “Musyawarah“ yang dalam Kitab Suci Al-Qur’an ditegaskan sebagai ciri-ciri kaum beriman.

Ketiga ulama yang membacakan deklarasi tersebut diantaranya Attaulah lodin mewakili Afghanistan dan Qibla ayaz dari ulam Pakistan sedangkan ulama dari Indonesia diwakili oleh Qureish Shihab.

Editor: Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
12-05-2018 10:02