Main Menu

Survei LSI: Elektabilitas Jokowi 46% Tapi Stagnan

Ervan
14-05-2018 20:09

Rilis Survei LSI. (GATRA/Ervan Bayu/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A, merilis hasil survei elektabilitas Capres 11 bulan jelang pilpres. Hasilnya tingkat keterpilihan (elektabilitas) Jokowi sebagai calon presiden masih mandek atau stagnan di bawah 50 persen. Selaku calon petahana (incumbent), posisi itu dinilai masih belum aman karena beberapa penantang Jokowi belum masif turun ke masyarakat.

 

Hasil survei menunjukkan elektabiltas Jokowi mencapai 46 persen, sementara kandidat penantang jika disimulasikan gabungan 12 tokoh seperti Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono dan lainnya, berada di angka 44,7 persen. LSI mengasumsikan survei ini, jika Jokowi dan lawannya saling bertarung dengan komposisi 'head to head'.

"Karena sebagai petahana, harusnya memang elektabilitas minimal di atas 50 persen. Artinya hanya berbeda 2 persen saja, antara elektabilitas Jokowi versus elektabilitas semua capres lainnnya," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby saat menyampaikan keterangan pers di kantornya di Rawamangun, Jakarta, Senin (14/5).

Adjie menjelaskan, lembaganya mensimulasikan pemilihan presiden diikuti dua pasangan calon. Hampir semua 12 tokoh itu sama-sama menginginkan adanya pergantian kepemimpinan nasional. Namun ia memandang, kans agar Jokowi dapat dikalahkan bisa terjadi apabila beberapa poros kekuatan bersatu.

"Probabaility (peluang) 50 vs 50. Jokowi bisa dikalahkan jika kekuatan oposisinya bersatu. SBY, Prabowo, Amien Rais dan Gatot perlu bersatu jika ingin kalahkan Jokowi," lanjutnya. Menurut Adjie ada lima faktor Jokowi masih unggul, namun dalam berbagai survei elektabilitasnya tergerus oleh sejumlah isu.

Isu - isu itu dinilai LSI mulai efektif digerakan oleh kelompok oposisi diantaranya; tagar #2019GantiPresiden, isu tenaga kerja asing, ekonomi, dan pemilih dari kalangan Islam. "Lawannya (Jokowi) masih tiarap menunggu momen dan memastikan tiket untuk bertarung," ucap dia. 

Survei melibatkan 1.200 responden dengan metode multi stage random sampling yang dilakukan pada 28 April-5 Mei 2018. Adapun penelitian digelar di 34 Provinsi dan margin of error sekitar 2,9 persen.


Reporter: Ervan Bayu
Editor: Nur Hidayat

 

 

Ervan
14-05-2018 20:09