Main Menu

Aspirasi Masyarakat Indonesia di Canberra, Australia Kutuk Kekejaman Terorisme

Sandika Prihatnala
17-05-2018 10:53

Masyarakat Indonesia di Canberra, Australia Kutuk Kekejaman Terorisme. ( Dok .KBRI Canberra/RT)

Canberra, Gatra.com - Rangkaian aksi terorisme yang terjadi di Indonesia mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Termasuk, masyarakat Indonesia yang bermukim di Canberra, Australia. Mereka mengutuk keras kekejaman aksi terorisme dan menghimbau agar bersatu melawan terorisme.

 

Sebelumnya, aksi teror bom bunuh diri terjadi selama dua hari berturut-turut di Surabaya pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5), serta di Riau pada Rabu (16/5). Masyarakat Indonesia yang tinggal di Canberra, Australia, mengecam aksi teror yang dketahui terungkap dilakukan oleh 3 keluarga, yaitu keluarga Dita Oepriarto (46), Tri Murtiono (49), dan Anton Ferdiantono (46).

Elemen masyarakat di Canbbera yaitu mahasiswa/i, kelompok lintas iman serta asosiasi masyarakat Indonesia berkumpul di tepi danau Burley Griffin, Selasa (15/5) malam.  Acara yang dihadiri oleh sekitar 105 warga Indonesia memperlihatkan semangat bahwa Indonesia tidak takut dan tidak gentar. Masyarakat Indonesia harus bersatu melawan terorisme. Melalui pernyataan rilis yang diterima Gatra, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia - Australia Capital Teritory (PPIA - ACT), Walhemus memberikan sejumlah pernyataan sikap. Berikut diantaranya : 

Menanggapi kejadian teror di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini, kami sebagian masyarakat Indonesia yang berada di Canberra menyatakan sikap:

1.    Menyampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas jatuhya korban jiwa dalam peristiwa teror tersebut.
2.    Mengutuk keras aksi teror sebagai ancaman terhadap kehidupan berbangsa, kedaulatan negara dan demokrasi.
3.    Mengecam keras atas instrumentalisasi tubuh perempuan dan anak sebagai bom bunuh diri, apalagi dengan alasan pemberdayaan karena jelas melanggar hak hidup perempuan dan anak-anak.
4.    Mendukung dan mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam melawan terorisme dan radikalisme.
5.    Menyerukan seluruh masyarakat dari berbagai golongan untuk tidak terprovokasi, melawan radikalisasi, ikut menjaga persatuan dan mempererat ikatan antar kelompok, agama, suku, ras demi kedamaian hidup bermasyarakat.


Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
17-05-2018 10:53