Main Menu

Bergurau Soal Bom, Penumpang Lion Rute Tarakan-Balikpapan Diamankan

Sandika Prihatnala
18-05-2018 18:55

Ilustrasi proses security check poin.(GATRA/Erry Sudiyanto/re1)

Tarakan Barat, Gatra.com - Seorang penumpang bergurau membawa sebuah bom di Bandara Internasional Juawa, Tarakan, Kalimantan Utara. Penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT 261 berinisial EF kemudian diamankan.

 

Pesawat Lion Air Boeing 737-900ER registrasi PK-LHY ini membawa 209 penumpang dewasa, tiga anak-anak, serta tiga bayi. Pesawat lepas landas pukul 12.55 WITA sesuai jadwal terbang dan tiba di Balikpapan pukul 14.00 WITA. Pesawat sendiri dinyatakan laik terbang dan aman.

Namun, pada pukul 11.00 WIB, seorang pria berinisial EF (28) melontarkan candaan membawa bom di dalam tas nya ketika proses security check poin/SCP 2 (jalur pemeriksaan2) sebelum masuk boarding gate (ruang tunggu keberangkatan). EF sendiri merupakan penumpang Lion Air dengan nomor kursi sesuai boarding pass 26A. Dia berangkat sendiri dan rencananya akan melakukan penerbangan lanjutan dari Balikpapan ke Surabaya.

Namun, setelah digeledah tidak ditemukan barang bukti bom atau benda mencurigakan lainnya.

“Hasil pemeriksaan adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro

Untuk menjamin keselamatan keamanan dan kenyamanan, lanjut Danang, Lion Air menurunkan atau tidak menerbangkan EF dan barang bawaannya. EF diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses secara hukum. Lion Air telah menyerahkan EF ke petugas keamanan bandar udara (aviation security/ avsec airport) Tarakan, Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) dan pihak berwenang untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut.

Danang menghimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun publik/ masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau/ bercanda, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat. Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan “tindakan melanggar hukum”, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib.


Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
18-05-2018 18:55