Main Menu

Ini Dia Upaya Facebook Tingkatkan Kredibilitas

Birny Birdieni
18-05-2018 21:58

(ki – ka) Sheen Handoo, Alice Budisatrijo, Aldo Rambie, Ruben Hattari. (GATRA/Dara Purnama/FT02).

Jakarta,Gatra.com- Facebook menegaskan tidak menjual informasi pengguna kepada mitra yang memasang iklan di Facebook. Head of Client Solutions Facebook Indonesia, Aldo Rambie mengatakan bahwa privasi pengguna Facebook merupakan hal yang sangat penting bagi platform besutan Mark Zukerberg tersebut. 

 

Oleh karena itu, penargetan iklan Facebook bersifat anonim dan menggunakan metode pengelompokan untuk penargetannya.

 

"Kami menampilkan iklan yang relevan sesuai minat pengguna, tetapi kami tidak menjual informasi mereka kepada siapa pun, termasuk pengiklan. Pengguna bisa mengendalikan informasi Facebook profilnya sendiri, termasuk informasi yang ingin mereka bagikan," katanya dalam acara press circle di kantor Facebook Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (18/5).

 

Aldo menjelaskan bahwa misi Facebook adalah memberikan kemampuan kepada masyarakat Indonesia untuk membangun komunitas dan membuat dunia menjadi lebih dekat. "Kami bekerjasama dengan berbagai pihak di Indonesia untuk memperkuat integritas komunitas kami di Facebook," katanya.

 

Sementara itu, News Partnership Lead, Facebook Indonesia, Alice Budisatrijo menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan Facebook untuk  menjaga integritas dalam platformnya seperti Facebook secara proaktif menghapus konten yang melanggar standar Komunitas. "Termasuk dalam hal ini adalah akun palsu, dan akun yang berulang kali melanggar standar Komunitas kami," katanya.

 

Facebook juga berupaya mengurangi penyebaran berita palsu, click bait, dan konten berkualitas rendah lainnya. "Kami juga memberikan informasi kepada pengguna sehingga mereka bisa mengambil keputusan yang lebih baik dalam menilai kredibilitas berita di Facebook," katanya.

 

Saat ini, lanjut Alice, Facebook juga menjalankan beberapa program di Indonesia termasuk peluncuran Third-Party Fact Checker. Di Indonesia, Facebook bermitra dengan Tirto.id. "Third-Party Fact Checker membantu kami melakukan peninjauan terhadap berita palsu," katanya.

 

Adapun tahapan Third-Party Fact Checker adalah sebagai berikut :

-Facebokk mengidentifikasi berita palsu dengan menggunakan berbagai sinyal. 

-Setelah itu, Fact-checkers akan melakukan peninjaun dan menilai akurasi informasi tersebut. Kedepannya, data tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan kami dalam mengidentifikasi berita palsu.

 -Terakhir, Facebook akan mengambil tindakan dengan menurunkan distribusi postingan, Pages, dan domain berdasarkan jumlah berita hoax yang mereka sebarkan. 

 


Reporter: DPU

Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
18-05-2018 21:58