Main Menu

Dikritik Jokowi Soal Biaya Mahal Berobat di Jakarta, Ini Janji Sandiaga

Abdul Rozak
24-05-2018 13:09

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (ANTARA/Sigid Kurniawan/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno berjanji akan menurunkan biaya berobat di Ibu Kota agar lebih murah.  Janji itu diungkapkan oleh Sandi menanggapi kritik Presiden Jokowi soal mahalnya biaya berobat di Jakarta.

 

Sandiaga mengatakan alokasi anggaran untuk kesehatan dalam APBD mencapai 17%. Anggaran itu bakal digunakan untuk program-program yang bersifat promotif dan preventif.

 

Sandi mengakui program kesehatan di Jakarta saat ini masih bersifat kuratif dan rehabilitatif. Hal itu mempengaruhi biaya berobat warga Jakarta.

 

"Biaya kesehatan sudah terpetakan dan akan jauh turun, karena kita alokasikan 17% di APBD. Ke depan, program Pemprov DKI adalah promotif-preventif, tak lagi kuratif dan rehabilitatif," kata Sandi di Balai Kota DKI, Kamis (24/5).

 

Kritikan mahalnya biaya berobat disampaikan langsung oleh Jokowi kepada Gubernur DKI Anies Baswedan dalam acara silaturahmi presiden dengan para penerima manfaat JKN dan KIS di Istana Negara, Rabu (23/5) kemarin. Jokowi menyebut biaya berobat pasien pemegang JKN dan KIS yang ditanggung BPJS di Jakarta Pusat bisa mencapai Rp 300 - 500 juta. Meski tergolong mahal, biaya berobat di Kabupaten Karanganyar yang ditanggung BPJS bisa mencapai Rp 1,98 milyar.

 

"Ada yang di Jakarta Pusat Rp 435 juta, Rp 356 juta juga ada. Jakarta memang mahal kalau sakit. Pak Gub, Memang Jakarta itu mahal," kata Jokowi. Meski demikian, DKI Jakarta dan tiga provinsi lain mendapat penghargaan JKN - KIS Award dengan tingkat penerimaan JKN - KIS di rumah sakit di atas 95%. Tiga provinsi tersebut adalah Gorontalo, Papua Barat dan Aceh.


 

Reporter: Abdul Rozak 

Editor: Hendri Firzani

Abdul Rozak
24-05-2018 13:09