Main Menu

Rekrut Ngabalin, Efisiensi Presiden Dipertanyakan

Cavin Rubenstein M.
25-05-2018 16:41

Ali Mochtar Ngabalin (kanan). (Dok. KSP/FT02)

Jakarta, Gatra.com – Masuknya Ali Mochtar Ngabalin ke lingkaran dalam istana memang menjadi hak prerogatif Presiden. Meski sebenarnya, yang dibutuhkan oleh pemerintah sebenarnya adalah efektivitas dan efisiensi. Bukan penambahan jumlah personil. 

 

“KSP (Kantor Staf Presiden) itu nyaris gak ada kerjanya. Koordinasi antar kementerian sudah ada menteri koordinator. Soal teknis sudah ada Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet. Selain itu, sudah ada juga staf khusus lain. Oleh karenanya, tidak ada kerjanya,” kata anggota Komisi II DPR RI, Yandri Susanto, kepada wartawan di kompleks parlemen, Kamis (24/5) kemarin.

 

Menimbang KSP yang menurutnya kurang berfungsi itu, menurut Yandri, Presiden punya hak penuh untuk terus mengakomodasi maupun membubarkannya sama sekali. “Apalagi Pak Jokowi bilang hemat anggaran dan kinerja. Tapi ini hak Jokowi penuh. Kalau tahu ini buang anggaran, sudah ada fungsi lain, mungkin bisa,” kata politikus Partai Amanat Nasional itu.

 

Sebagai mitra kerja pemerintah yang membidangi pengawasan dalam negeri dan sekretariat negara, Yandri berpendapat bahwa anggaran KSP terbilang kecil. Sepengetahuannya, Cuma sekitar Rp 200 milyar per tahun. “Tapi kalau untuk dibuang-buang kan sayang. Kalau mau bangun pesantren, sudah jadi berapa?” ujarnya beretorika.

 

Seingat Yandri, Presiden Jokowi kerap mengampanyekan efektivitas dan efisiensi. “Tapi kalau hari ini banyak angkat stafsus, saya kira ingkar janji sendiri,” katanya.

 

Terlepas dari silang pendapat tersebut, Ali Mochtar Ngabalin yang ditemui wartawan di Istana, Kamis (23/5) sore menerangkan bahwa motivasinya masuk ke lingkar dalam Istana, hanya untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. "Anda harus redamkan seluruh kebencian, itu pikiranku. Karena itu saya mau datang ke sini,"  ujarnya mengomentari posisi dia sebelumnya yang pernah berseberangan dengan pemerintah, khususnya Presiden Jokowi.

 

Alih-alih, Ngabalin pun kini memuji setinggi langit kinerja Presiden Jokowi dan para pembantunya sebagai pemerintahan yang selalu memikirkan nasib rakyat dan kepentingan bangsa.

 

"Saya sudah melihat cara kerja teman-teman bapak-bapak para menteri, saya sudah datang kantor Wapres, saya sudah ketemu bapak Presiden, saya sudah datang ketemu kepala staf, kepala divisi, deputi menteri, apa segala subhanallah di sini tiada hari orang berpikir tentang kepentingan bangsa dan negara berpikir tentang kepentingan umat," kata Ngabalin.

 

Oleh karena itu, demi menyelesaikan segala persoalan di masyarakat, ia mengimbau dan mengajak agar semua pihak memberikan dukungan full kepada pemerintah.


Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
25-05-2018 16:41