Main Menu

HMI Bantah Hoax Kader Meninggal Saat Demonstrasi

Andhika Dinata
26-05-2018 11:30

Aksi unjuk rasa dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (tribratanews.polri.go.id//yus4)

Jakarta, Gatra.com- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) membantah kabar Hoax terkait berita meninggalnya tujuh kader organisasi tersebut saat melakukan aksi unjuk rasa di Istana Negara beberapa waktu lalu (21/5). Sebelumnya, kabar Hoax beredar dan sempat viral video aksi penganiayaan demonstran oleh oknum aparat di jejaring media sosial.

Ketua Umum PB HMI MPO (Majelis Penyelamat Organisasi), Zuhad Aji Firmantoro menegaskan tidak ada korban tewas dalam insiden tersebut, ia meminta semua pihak menahan diri agar tidak termakan isu pemberitaan yang dapat memperkeruh situasi.

“Dari insiden di Istana kemarin kami konfirmasi tidak ada kader HMI yang meninggal dunia segitu (7 orang). Tetapi memang ada yang terluka dan masih dalam proses perawatan,” terang Zuhad kepada Gatra.com.

Zuhad juga menyampaikan bahwa aksi di depan Istana yang diikuti 20-an orang mahasiswa itu dilakukan dalam rangka memperingati 20 Tahun Reformasi. Kegiatan itu murni dilakukan oleh kader HMI DKI Jakarta.

“Tuntutan itu berada di bawah wewenang HMI Jakarta. Sementara kami PB HMI MPO itu menyerukan aksi solidaritas terkait insiden represif oknum aparat,” ucapnya lagi.

Zuhad menjelaskan pihaknya sudah membuka pintu komunikasi dengan kepolisian terkait adanya dugaan intimidasi dan pemeriksaan kader HMI oleh oknum pada saat demonstrasi di berbagai wilayah: Jakarta, Bima dan Kendari. Untuk kejadian di Jakarta, pihak mahasiswa yang terluka terangnya sempat dirawat di RS Tarakan, Jakarta Pusat dan dibiayai oleh pihak kepolisian.

Meski demikian dirinya meminta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mampu mengusut kejadian tersebut, serta menindak oknum pelaku. “Kita minta Bapak Kapolri untuk menyelesaikan kasus ini. Kita tidak minta Kapolri turun jabatan tetapi kita minta supaya Kapolri memberikan perlindungan hukum, mengusut tuntas kasus ini”. Aksi demonstrasi tersebut terang Zuhad sudah mengikuti prosedur unjukrasa dan diikuti oleh puluhan mahasiswa.

Sesudah insiden demonstrasi 21 Mei terjadi, menurutnya marak bersiliweran berita Hoax yang menyebutkan kader HMI meninggal dunia sehingga memicu kemarahan sebagian kader yang berujung tuntutan agar Kapolri mundur dari jabatannya. Zuhad membantah kabar tersebut, karena tidak ada kader HMI yang meninggal , serta tidak ada instruksi HMI Pusat mengultimatum Kapolri turun dari jabatannya.

“Yang jelas kami masih percaya (Kapolri) sekelas Pak Tito mantan Kepala Densus enggak mungkin tidak mampu menyelesaikan ini. Mudah-mudahan beliau bisa membuktikan kepercayaannya kepada kami dan masyarakat”.

Dugaan penganiayaan demonstran oleh oknum aparat menguap sesaat setelah HMI Jakarta melakukan aksi Demonstrasi di Istana Negara, Senin, 21 Mei lalu. Aksi dalam memperingati Agenda Reformasi itu menyuarakan beberapa tuntutan kepada Pemerintah.

Di antaranya evaluasi kinerja aparat keamanan (Kepolisian dan BIN) setelah terjadinya Tragedi Bom Surabaya. Aksi tersebut juga menyuarakan ketimpangan ekonomi karena kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah.


Reporter : Andhika Dinata

Editor : Birny Birdieni

Andhika Dinata
26-05-2018 11:30