Main Menu

Kantor Staf Presiden: Maknai Asian Games Sebagai Upaya mempersatukan Bangsa

Hendry Roris P. Sianturi
31-05-2018 09:33

Rapat terbatas persiapan Asian Games XVIII yang dipimpin Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Presiden Joko Widodo menunjukkan perhatian yang sangat besar terhadap persiapan Asian Games 2018, agustus mendatang. Terbukti, menurut Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo, Presiden Jokowi sudah menggelar rapat terbatas (Ratas) persiapan Asian Games di Istana Negara sebanyak  11 kali. 

 

“Ini menunjukkan besarnya perhatian Presiden Jokowi pada pesta olahraga Asia ini. Kita harus berkaca pada lembaran sejarah 1962. Saat itu, dengan dana sangat terbatas, Bung Karno mampu membangun ikon-ikon infrastruktur, yang bahkan masih bisa digunakan pada Asian Games 2018 tahun ini,” kata Eko di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden.

 

Untuk itu, Eko meminta semua pihak untuk memaknai  Asian Games 2018 bukan saja sebatas peristiwa olahraga yang berlangsung selama dua pekan. Sebaliknya, ia berharap hajatan besar yang baru terjadi dua kali di Indonesia ini, harus dimaknai sebagai peristiwa besar untuk merajut persatuan dan kesatuan bangsa.

 

“Selain pentas olahraga, di Asian Games juga berlangsung berbagai peristiwa budaya dan teknologi, misalnya pada atraksi pembukaan, penutupan, serta pada proses pembangunan infrastruktur venues-nya,” kata mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Kota Solo ini.

 

Menurut Eko, semangat Asian Games IV 1962 di era Bung Karno saat republik baru berusia 17 tahun, bukan sekadar pertandingan olahraga, tapi juga upaya memperkokoh ruang kebangsaan. Eko mengatakan, kegiatan Asian Games mencakup perjuangan nasional.

 

“Yakni memperkokoh persatuan nasional dan memupuk jiwa gotong royong serta menjadi forum solidaritas internasional, dengan membentuk persahabatan dan perdamaian dunia. Selain itu, Asian Games melahirkan manusia Indonesia baru, yang berani melihat dunia dengan mata terbuka, secara fisik tegas, tapi juga kuat secara mental,” katanya.

 


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Hendri Firzani

Hendry Roris P. Sianturi
31-05-2018 09:33